Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jasindo Soroti Risiko Maritim di Tengah Lonjakan Kebutuhan Hingga 15.105 Kapal
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha dari Sub Holding Integrated Marine Logistics PT Pertamina International Shipping (PIS), kembali mencetak prestasi dengan menambah armada kapal yang beroperasi di luar negeri. (Dok. PIS)
  • Kebutuhan armada nasional diproyeksikan mencapai 15.105 unit kapal hingga 2029, dengan 9.613 unit masih belum terpenuhi.

  • Aktivitas maritim menghadapi risiko kerusakan kapal, kerusakan muatan, dan tuntutan tanggung jawab hukum.

  • Asuransi Jasindo menyediakan perlindungan maritim dan mendorong pengelolaan risiko melalui Risk Management Partnership.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024 hingga September 2026

Data pembangunan kapal menunjukkan sekitar 9.613 unit dari proyeksi kebutuhan armada nasional masih belum terpenuhi.

Rabu (14/10)

Brellian Gema Widayana menyampaikan pentingnya pengelolaan risiko dalam perencanaan bisnis aktivitas maritim.

2029

Kebutuhan armada nasional diproyeksikan mencapai sekitar 15.105 unit kapal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebutuhan armada nasional diproyeksikan mencapai sekitar 15.105 unit kapal hingga 2029, dengan sekitar 9.613 unit masih belum terpenuhi.
  • Who?
    Asuransi Jasindo melalui Sekretaris Perusahaan Brellian Gema Widayana menyampaikan pentingnya pengelolaan risiko maritim.
  • Where?
    Risiko dan kebutuhan tersebut berkaitan dengan operasional pelayaran serta distribusi logistik laut nasional.
  • When?
    Proyeksi kebutuhan berlaku hingga 2029, berdasarkan data pembangunan kapal pada periode 2024 hingga September 2026. Pernyataan disampaikan Rabu (14/10).
  • Why?
    Pengelolaan risiko diperlukan karena aktivitas maritim menghadapi kerusakan kapal, kerusakan muatan, dan tuntutan tanggung jawab hukum.
  • How?
    Risiko dikelola melalui identifikasi risiko, penentuan mitigasi, perlindungan asuransi, dan kolaborasi berbagai pihak dalam rantai logistik laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebutuhan kapal di Indonesia diperkirakan banyak sampai 2029, tetapi sebagian masih belum tersedia. Brellian dari Asuransi Jasindo menjelaskan bahwa kapal dan muatan bisa rusak, atau ada masalah hukum. Asuransi Jasindo menyediakan perlindungan untuk kapal, muatan, dan tanggung jawab hukum. Banyak pihak perlu bekerja sama agar pengiriman laut tetap berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyediaan produk Marine Hull, Marine Cargo, dan Marine Liability memberi pilihan perlindungan sesuai cakupan serta ketentuan polis. Pendekatan Risk Management Partnership juga mendorong identifikasi risiko dan penentuan mitigasi yang lebih terarah, sehingga pengelolaan operasional maritim tidak hanya berfokus pada perlindungan setelah kerugian terjadi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Kebutuhan armada nasional diproyeksikan mencapai sekitar 15.105 unit kapal hingga 2029. Dari proyeksi tersebut, diperkirakan masih terdapat kekosongan sekitar 9.613 unit kapal, menurut data pembangunan kapal pada 2024 hingga September 2026.

Meski demikian, pemenuhan kebutuhan armada tersebut dinilai perlu diikuti dengan pengelolaan risiko untuk menjaga kelancaran operasional pelayaran dan distribusi logistik laut.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan aktivitas maritim rawan menghadapi berbagai risiko seperti kerusakan kapal, kehilangan atau kerusakan muatan, serta tuntutan tanggung jawab hukum.

Risiko tersebut dapat menimbulkan kerugian finansial dan mengganggu distribusi logistik hingga operasional perusahaan secara keseluruha apabila tidak diantisipasi.

"Aktivitas maritim melibatkan banyak pihak dan memiliki karakteristik risiko yang beragam. Karena itu, pengelolaan risiko perlu menjadi bagian dari perencanaan bisnis agar potensi kerugian dapat diantisipasi dan keberlangsungan operasional tetap terjaga," ujar Brellian, Rabu (14/10).

Kementerian Perhubungan sebelumnya mendorong kolaborasi antara pemerintah, operator, industri galangan kapal, pengelola pelabuhan, lembaga pembiayaan, hingga penyedia teknologi untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut nasional.

Guna menghadapi risiko tersebut, perusahaa menyediakan sejumlah produk asuransi untuk sektor maritim, termasuk Marine Hull untuk perlindungan kapal, Marine Cargo untuk muatan selama pengangkutan, dan Marine Liability untuk risiko tanggung jawab hukum. Perlindungan masing-masing produk mengikuti cakupan dan ketentuan polis.

Menurutnya, layanan perusahan tak sebatas memberikan perlindungan asuransi, namun menjalanlankan Risk Management Partnership. Pendekatan tersebut mendorong pengelolaan risiko yang lebih terarah, mulai dari identifikasi risiko, penentuan kebutuhan mitigasi, hingga perlindungan terhadap risiko yang dapat diasuransikan.

"Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap profil risiko, nasabah dapat mempertimbangkan langkah mitigasi dan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan operasional," ujarnya.

Asuransi Jasindo juga menilai kolaborasi tiap stakeholders diperlukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan risiko di sepanjang rantai logistik laut. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelaku industri mengantisipasi gangguan operasional seiring meningkatnya kebutuhan armada nasional.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article