Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026, Rupiah Nomor Berapa?
ilustrasi mata uang (unsplash.com/Jason Leung)

  • Rupiah menempati posisi keenam mata uang terlemah di dunia 2026 dengan kurs Rp17.675 per dolar AS.

  • Peringkat rupiah di bawah rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, leone Sierra Leone, dan kip Laos.

  • Tekanan terhadap rupiah diperparah faktor domestik seperti impor lebih tinggi dari ekspor serta persepsi pasar terhadap konsistensi kebijakan ekonomi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Nilai tukar rupiah makin menarik perhatian publik, apalagi setelah masuk daftar mata uang terlemah di dunia 2026. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berada di posisi keenam mata uang dengan nominal terbesar terhadap 1 dolar AS.

Posisi tersebut menunjukkan bahwa dibutuhkan lebih banyak rupiah untuk memperoleh 1 dolar AS dibandingkan mata uang negara lain.

Meski demikian, angka kurs tidak otomatis mencerminkan ekonomi suatu negara berada dalam kondisi terburuk karena bisa dipengaruhi berbagai faktor seperti inflasi, kebijakan moneter, hingga sejarah redenominasi.

Daftar mata uang terlemah di dunia 2026

Rial Iran menjadi mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar AS. Untuk memperoleh 1 dolar AS, dibutuhkan sekitar 1.317.999 rial Iran.

Posisi berikutnya ditempati pound Lebanon sebesar 90.204 per dolar AS, disusul dong Vietnam 26.356 per dolar AS, leone Sierra Leone 22.905 per dolar AS, dan kip Laos 21.815 per dolar AS.

Sementara itu, rupiah berada di posisi keenam dengan kurs Rp17.675 per dolar AS. Posisi ini terjadi di tengah kuatnya dolar AS secara global serta tekanan terhadap mata uang negara berkembang atau emerging markets.

Berikut daftar lengkap kurs terbaru berdasarkan data xe.com per Senin (18/5) pukul 17.05 WIB:

Daftar mata uang dengan nilai tukar terlemah pada 2026

Mata Uang

Nilai Tukar per 1 Dolar AS

Rial Iran

1.317.999

Pound Lebanon

90.204

Dong Vietnam

26.356

Leone Sierra Leone

22.905

Kip Laos

21.815

Rupiah Indonesia

17.675

Som Uzbekistan

11.985

Franc Guinea

8.771

Guarani Paraguay

6.094

Ariary Madagaskar

4.198

-

Dolar AS menguat, rupiah ikut tertekan

Tekanan terhadap rupiah bersamaan dengan penguatan indeks dolar AS atau DXY. Data perdagangan menunjukkan dolar AS menguat setelah pasar memperkirakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed akan bertahan tinggi lebih lama.

Mengacu CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember 2026 meningkat menjadi 48,4 persen. Di saat yang sama, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,581 persen, level tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Kondisi geopolitik global juga turut memperkuat posisi dolar AS sebagai aset safe haven. Konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian ekonomi global mendorong investor memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar.

“Memang dolar itu lagi kuat-kuatnya. Kenapa dolar lagi kuat-kuatnya? Karena dunia lagi enggak baik-baik saja dan orang butuh safe heaven,” ujar kreator konten keuangan Ferry Irwandi melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Senin (18/5).

Analis senior mata uang MUFG Bank, Michael Wan, mengatakan tekanan juga dirasakan sejumlah mata uang Asia lain, terutama negara pengimpor minyak.

“Pelemahan ini terutama terjadi pada negara pengimpor minyak seperti rupee India (INR) dan peso Filipina (PHP), yang kini menghadapi tekanan ganda dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya imbal hasil obligasi AS,” ujarnya, dikutip IDX Channel.

Faktor domestik ikut memperberat rupiah

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi kondisi domestik. Ferry menilai pertumbuhan impor Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan ekspor memperbesar kebutuhan dolar AS di dalam negeri.

Data BPS menunjukkan impor Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 61,30 miliar dolar AS atau naik 10,05 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor hanya tumbuh 0,34 persen menjadi 66,85 miliar dolar AS.

“Pertumbuhan ekspor kita melambat, beban subsidi semakin besar, belanja pemerintah semakin besar, sementara pendapatan negara kita enggak ngejar,” kata Ferry.

Ia juga menyoroti meningkatnya belanja pemerintah pusat dan subsidi energi yang memperbesar tekanan fiskal ketika rupiah melemah. Berdasarkan dokumen APBN Kita, total belanja pemerintah pusat mencapai Rp610 triliun pada kuartal I-2026.

Menurut Ferry, pelemahan rupiah tidak dapat dilihat hanya dari sisi kebijakan moneter Bank Indonesia. Ia menilai stabilitas kurs dipengaruhi kombinasi kebijakan fiskal, moneter, serta kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

“Ekonomi itu kausalitas dan enggak ada sejarahnya kalau kita ngomongin kurs itu semata-mata urusan kebijakan moneter doang,” ujarnya.

Persepsi pasar terhadap kebijakan pemerintah

Faktor lain yang dinilai memengaruhi nilai tukar rupiah adalah persepsi pasar terhadap komunikasi dan konsistensi kebijakan pemerintah. Pelaku pasar cenderung sensitif terhadap pernyataan pejabat publik karena dianggap mencerminkan arah kebijakan ekonomi ke depan.

“Di ekonomi modern, kata-kata pejabat tinggi itu sudah jadi instrumen kebijakan tersendiri,” ujar Yusuf, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet,

Di sisi lain, rupiah dinilai berpotensi tetap tertekan dalam jangka pendek apabila sentimen global belum mereda, teruatam di tengah ketidakpastian eksternal yang masih tinggi.

FAQ seputar mata uang terlemah di dunia 2026

Apa mata uang terlemah di dunia saat ini?

Rial Iran menjadi mata uang terlemah dengan kurs sekitar 1.317.999 rial per 1 dolar AS.

Mata uang Indonesia terendah ke berapa?

Rupiah berada di posisi keenam dalam daftar mata uang dengan nominal terbesar terhadap dolar AS.

Kenapa dolar AS menguat terhadap rupiah?

Penguatan dolar dipicu suku bunga tinggi The Fed, konflik geopolitik, dan arus modal ke aset safe haven.

Apa faktor domestik yang menekan rupiah?

Kenaikan impor, subsidi energi, dan tekanan fiskal dinilai memperberat pelemahan rupiah.

Editorial Team