Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung/ dok Bank Jakarta
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung juga menekankan pentingnya menjaga integritas layanan perbankan agar tidak muncul persoalan teknis yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat.
Ia berharap, dengan melantai di bursa, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jakarta akan meningkat. Sebab, setelah IPO, pengelolaan Bank Jakarta tidak bergantung terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan dapat diawasi oleh semua pemegang saham.
"Saya betul-betul berkeinginan Bank Jakarta mempersiapkan diri untuk IPO. Sebab kalau itu dilakukan bank ini akan menjadi lebih sehat,” kata Pramono.
Ia juga berharap Bank Jakarta berperan lebih besar dalam mendukung digitalisasi layanan publik, termasuk sistem pembayaran transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, integrasi transaksi transportasi akan memperkuat basis data Bank Jakarta dan menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan perbankan lainnya.
Hingga triwulan III 2025 Bank Jakarta berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp520,81 miliar. Laba ini tumbuh tipis 1,46 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp513,23 miliar.
Total aset perusahaan milik Pemda DKI Jakarta ini juga telah mencapai Rp90,72 triliun, tumbuh 12,37 persen (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp80,74 triliun.