Jakarta, FORTUNE – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) membukukan total aset Rp7,4 triliun pada Juni 2026. Pencapaian ini bertepatan dengan peluncuran produk asuransi PRUCare 360 Syariah di Jakarta, Kamis (15/10).
Total aset perusahaan tercatat tumbuh 4 persen secara tahunan (YoY). Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menyatakan perolehan pendapatan kontribusi menopang pertumbuhan tersebut. Pendapatan kontribusi Prudential Syariah mencapai Rp2,1 triliun, atau naik 12 persen (YoY).
“Peningkatan aset ini disebabkan oleh peningkatan kontribusi,” ujar Vivin.
Prudential Syariah terus memperluas penetrasi pasar, penambahan agen, dan peluncuran produk baru. Perusahaan yang memisahkan diri (spin-off) pada April 2022 ini kini memiliki 65.000 agen. Kanal penjualan melalui agen dan bancassurance menjadi instrumen utama pendistribusian produk.
Ekspansi bisnis ini menargetkan peningkatan inklusi asuransi di Indonesia. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks inklusi perasuransian berada pada level 29,55 persen. Angka ini tertinggal dari indeks literasi perasuransian yang mencapai 42,84 persen.
Terkait produk baru, PRUCare 360 Syariah dirancang sebagai instrumen persiapan masa nonproduktif. Kehadiran produk ini merespons tekanan biaya kesehatan pada masa mendatang. Mercer Marsh Benefits memproyeksikan inflasi medis Indonesia menyentuh 17,8 persen pada 2026. Nilai ini setara tujuh kali lipat inflasi umum yang berkisar 2,5 persen.
PRUCare 360 Syariah juga menargetkan populasi generasi sandwich. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2025 menunjukkan 33,98 persen keluarga di Indonesia tinggal bersama lansia atau orang tua.
“Hidup terus berganti fase, dan setiap fase membawa kebutuhan yang berbeda. Namun, perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga seharusnya tidak ikut berhenti,” kata Vivin.
PRUCare 360 Syariah menyediakan opsi Plan Prime dan Plan Classic. Produk ini menawarkan perlindungan berkelanjutan dalam satu polis hingga peserta berusia 80 tahun. Keikutsertaan sejak dini akan memberikan perlindungan berkelanjutan di setiap fase kehidupan peserta.
