Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rekening Emas di BRI Tembus 3,04 Juta, Volume Penjualan Rp5,13 Triliun
Foto gedung salah satu bank umum, bank BRI (Image from Unsplash by Abdul Ridwan)
  • BRI mencatat 3.046.699 rekening emas aktif di BRImo per September 2026, melonjak 1.004 persen secara tahunan, didorong fitur Open Bundling Emas yang terintegrasi dalam transaksi transfer.

  • Januari–Agustus 2026, penjualan produk emas BRI mencapai Rp5,13 triliun, naik 217,42 persen, dengan 9,01 juta transaksi atau tumbuh 658,97 persen; cicil emas mencatat pertumbuhan tertinggi 1.530 persen.

  • BRI menyediakan tabungan emas mulai Rp10.000, cicilan minimal 0,5 gram dengan DP 15 persen, serta transfer emas gratis; DPK kuartal II-2026 mencapai Rp1.581 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan lonjakan jumlah rekening emas aktif yang dikelola melalui aplikasi BRImo hingga mencapai 3.046.699 rekening per September 2026. Angka tersebut melesat 1.004 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan posisi September 2025 yang mencapai 276.000 rekening.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan pertumbuhan eksponensial rekening emas ini didukung oleh keberadaan fitur Open Bundling Emas yang mempermudah akses investasi digital nasabah. Ini dimungkinkan adanya integrasi langsung dalam alur transaksi transfer di BRImo melalui pilihan tombol toggle, sehingga pembukaan rekening dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan proses transaksi utama.

“Transformasi digital bukan hanya tentang menghadirkan fitur baru, tetapi bagaimana teknologi dapat menyederhanakan akses nasabah terhadap berbagai kebutuhan finansial,” ujar Saladin melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (5/10).

Sejalan dengan pertumbuhan jumlah akun, aktivitas transaksi produk emas digital perseroan juga meningkat tajam. Sepanjang Januari–Agustus 2026, BRI mencatatkan total volume penjualan produk emas sebesar Rp5,13 triliun atau tumbuh 217,42 persen (YoY). Pada periode yang sama, frekuensi transaksi menembus 9,01 juta transaksi, melonjak 658,97 persen (YoY).

Akselerasi ini terjadi pada hampir seluruh lini fitur emas BRI, yang membukukan volume Rp757,42 miliar (naik 586,39 persen), dengan fitur jual emas mencapai Rp1,82 triliun dari 885.292 transaksi.

Sementara itu, fitur pengajuan cicilan emas mengalami pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 1.530 persen.

Dari sisi produk, layanan tabungan emas memfasilitasi nasabah dengan opsi pembelian mulai dari Rp10.000 atau 0,1 gram menggunakan acuan harga real-time.

Untuk produk cicil emas, nasabah dapat mengajukan pemesanan minimal 0,5 gram dengan uang muka (DP) mulai 15 persen serta tenor fleksibel 3–36 bulan. Selain itu, terdapat fitur transfer emas antar-rekening mulai dari 0,01 gram secara real-time tanpa dikenakan biaya.

Saladin mengatakan kemudahan akses merupakan bagian dari strategi BRI membuat investasi emas kian adaptif terhadap gaya hidup nasabah.

“BRI terus mengembangkan layanan yang relevan dengan gaya hidup dan kebutuhan nasabah, agar investasi dapat dimulai dengan lebih mudah dan dilakukan secara terencana,” katanya.

Pertumbuhan bisnis digital emas ini ditopang oleh fondasi likuiditas perseroan yang solid. Hingga kuartal II-2026, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7 persen (YoY).

Kinerja pendanaan tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI sebesar 9,9 persen (YoY), dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun. Pada periode sama, laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP) BRI juga meningkat 12,8 persen (YoY) menjadi Rp65,7 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article