- Tahun ke-1 (Januari sampai Desember 2026): bunga 10 persen per tahun dan bunga 5 persen per tahun deferred hingga 31 Desember 2026.
- Tahun ke-2 (Januari sampai Desember 2027): bunga 15 persen per tahun.
Waskita Karya Perpanjang Pembiayaan WKR hingga 2027, Bagaimana Detailnya?

- Waskita Karya merestrukturisasi pembiayaan modal kerja anak usaha Waskita Karya Realty dengan PT TEZ Capital and Finance, dengan saldo pokok Rp31,14 miliar hingga 31 Desember 2027.
- Skema bunga ditetapkan 15 persen per tahun: pada 2026, bunga 10 persen dibayar dan 5 persen ditangguhkan hingga akhir tahun; sepanjang 2027 bunga menjadi 15 persen.
- Per Juni 2026, aset WSKT turun menjadi Rp68,08 triliun, ekuitas Rp1,55 triliun, defisit Rp22,13 triliun, dan kas Rp2,61 triliun; saham stagnan di Rp202.
Jakarta, FORTUNE - Emiten BUMN karya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), mengumumkan restrukturisasi pembiayaan modal kerja anak usahanya, PT Waskita Karya Realty, dengan PT TEZ Capital and Finance (TCF).
Pj. Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Steven Subiantoro, mengatakan ketentuan utama dari restrukturisasi itu termasuk perpanjangan jangka waktu sampai dengan 31 Desember 2027. Saldo pokok yang disetujui untuk restrukturisasi mencapai Rp31,14 miliar.
"Dengan dilakukannya restrukturisasi atas fasilitas pembiayaan modal kerja dengan PT TCF, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan WKR dalam menunjang program penyehatan dan keberlanjutan arus kas perusahaan," kata Steven dalam keterbukaan informasi, Rabu (7/10).
Selain perpanjangan jangka waktu dan penyesuaian saldo pokok, kesepakatan restrukturisasi juga mencakup tingkat suku bunga sebesar 15 persen per tahun (p.a.), yang terdiri dari:
Dari segi neraca, per 30 Juni 2026 WSKT memiliki aset senilai Rp68,08 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari Rp70,73 triliun pada akhir 2025.
Demikian juga dengan liabiilitas WSKT yang menyusut dari Rp67,06 triliun pada akhir 2025, menjadi Rp66,53 triliun pada akhir Juni 2026.
Ekuitas Waskita Karya pun terkoreksi menjadi Rp1,55 triliun pada akhir semester-I 2026, dari Rp3,67 triliun pada akhir Desember 2025. Perseroan pun melaporkan defisit neraca sebesar Rp22,13 triliun pada akhir Juni 2026.
Sementara itu, kas dan setara kas WSKT mencapai Rp2,61 triliun per semester-I 2026, lebih rendah dari periode sama pada 2025, yakni Rp3,28 triliun.
Harga saham WSKT stagnan pada level Rp202 per perdagangan Rabu pukul 16.16 WIB.






















