Jakarta, FORTUNE - Langkah besar datang dari Asia ke jantung industri sportswear Eropa. Anta Sports, raksasa pakaian olahraga asal China, resmi mengumumkan pembelian 29,06 persen saham Puma SE senilai €1,5 miliar, sekitar US$1,8 miliar atau Rp30 triliun. Akuisisi ini menjadikan Puma pemegang saham tunggal terbesar merek asal Jerman tersebut. Transaksi ini menandai babak baru dalam pergeseran peta kepemilikan dan kekuatan industri sportswear global.
Saham tersebut dibeli dari Groupe Artemis, perusahaan investasi milik keluarga Pinault. Akuisisi ini diproyeksikan rampung pada akhir 2026, setelah melewati proses persetujuan regulator, dan seluruhnya dibiayai dari kas internal Anta, menegaskan bahwa langkah ini bukan manuver spekulatif jangka pendek. Anta juga menegaskan tidak berniat melakukan pengambilalihan penuh atas Puma.
“Akuisisi ini menjadikan Anta Sports sebagai pemegang saham terbesar Puma dan merupakan langkah maju yang signifikan dalam strategi kami ‘single-focus, multi-brand, globalization’,” ujar Ding Shizhong, Chairman Anta Sports, mengutip China Daily.
Ia menambahkan, “Puma adalah merek global ikonik dengan warisan yang kuat. Melalui kerja sama dengan Puma, kami berharap dapat saling belajar dan bergandengan tangan untuk sepenuhnya membuka potensi merek ini. Langkah ini akan semakin mempercepat globalisasi Anta Sports dan membantu mendorong babak pertumbuhan berikutnya bagi pasar olahraga global, termasuk China, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi konsumen dan pemegang saham kedua perusahaan di seluruh dunia.”
Dari sisi pasar, respons investor berlangsung cepat. Melansir Reuters, Anta membayar sekitar €35 per saham, setara dengan premi 62 persen dibanding harga penutupan sebelumnya. Saham Puma sempat melonjak hingga 15 persen di Frankfurt, sementara saham Anta menguat sekitar 2 persen di Hong Kong, menandakan pasar membaca transaksi ini sebagai perubahan struktural, bukan sekadar investasi pasif.
Bagi Anta, langkah ini konsisten dengan strategi jangka panjang membangun konglomerasi merek global. Saat ini Anta telah menaungi portofolio internasional seperti Fila, Descente, Kolon Sport, dan Jack Wolfskin, serta berstatus pemegang saham terbesar Amer Sports, induk dari Arc’teryx, Salomon, Wilson, hingga Atomic. Puma menambah lapisan simbolik penting: merek Eropa dengan warisan panjang, jaringan global, dan posisi kuat di kategori sepak bola, lari, dan motorsport.
Dari perspektif Puma, kemitraan ini datang di fase transisi. Perusahaan tengah menjalani restrukturisasi bisnis, termasuk pemangkasan sekitar 900 pekerjaan dan upaya penyegaran produk sejak pergantian kepemimpinan pada 2025. Di saat yang sama, kontribusi China terhadap pendapatan Puma masih relatif kecil, sekitar 7 persen, menjadikannya ruang pertumbuhan yang menarik bagi Anta yang sangat memahami dinamika pasar domestik tersebut.
“Akuisisi ini bukan soal mengambil alih, melainkan membangun kepercayaan dan kolaborasi tanpa mengorbankan independensi,” kata Ding, mengutip China Daily.
“Kami berharap dapat membangun kepercayaan yang kuat, bekerja sama secara profesional dengan jarak yang sehat, serta memanfaatkan kekuatan masing-masing tanpa mengorbankan independensi. Kami menantikan kesempatan untuk mendukung kebangkitan berkelanjutan merek ini," ujarnya, menambahka.
Masuknya Anta ke struktur kepemilikan Puma menegaskan satu hal: persaingan sportswear global tak lagi hanya ditentukan oleh iklan, sponsor atlet, atau etalase ritel. Kini, siapa yang duduk di meja pemegang saham menjadi sama pentingnya dengan logo di sepatu. Dan dalam peta baru itu, Anta bergerak pelan, senyap, namun semakin sulit diabaikan.
