Comscore Tracker
LUXURY

Lamborghini Kehabisan Mobil, Pembeli Harus Inden 18 Bulan

Lamborghini tetap jadi primadona di tengah krisis global.

Lamborghini Kehabisan Mobil, Pembeli Harus Inden 18 BulanLamborghini Urus. Shutterstock/Jack Skeens

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Penggemar mobil sport Lamborghini agaknya harus sabar menanti kedatangan mobil baru mereka. Pasalnya, Lamborghini mengalami lonjakan permintaan di tengah krisis global dan mengakibatkan inden mencapai 18 bulan, menurut pernyataan CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann.

Dilansir dari Finbold, Selasa (9/8), laporan perusahaan mengungkap inden mobil Lamborghini semula hanya 12 bulan karena terkendala rantai pasokan. Namun, permintaan besar baru-baru ini menambah daftar panjang setelah jadwal produksi 2023 diinformasikan ke pembeli.

Penjualan yang justru meningkat di tengah inflasi tinggi pun membuat Lamborghini akan menyesuaikan harga kendaraannya. Khususnya, perusahaan telah mempertahankan kenaikan harga di bawah tingkat inflasi, tetapi kenaikan suku bunga memicu perubahan kebijakan perusahaan.

Strategi lainnya, Stephan Winkelmann juga mengatakan dia sedang mempersiapkan "musim dingin" yang menantang jika krisis energi Eropa semakin buruk. Lamborghini menyimpan gas alam untuk mempertahankan operasi selama musim dingin jika Rusia melakukan ancaman untuk memotong pasokan gas ke Eropa Barat.

"Pemerintah Italia  telah menempatkan prioritas pada mempertahankan pasokan gas ke industri, kata Winkelmann. "Kami tidak mendapat pemberitahuan dari pemerintah ... bahwa ini akan berubah," katanya dalam konferensi video dengan wartawan, mengutip Reuters, Selasa (9/8).

Pasar kripto memburuk, Lamborghini tetap diminati

Penjualan Lamborghini juga tercatat mengalami lonjakan selama periode pasar bullish kripto tahun 2021. Banyak investor kripto sering menjadikan mobil mewah ini sebagai salah satu simbol pencapaian menjadi kaya raya dari kripto. ungkapan “when Lambo?” jadi katalis sekaligus pertanyaan kapan investasi kripto akan membuahkan hasil sehingga investor dapat membeli Lamborghini.

COO AutoCoinCars, Luke Willmott mencatat pembelian mobil mewah menggunakan crypto telah meningkatkan penjualannya menjadi US$12 juta pada tahun 2021, di mana tingkat pertumbuhan juga masih stabil.

Bahkan, ketika pasar kripto ambruk dan kondisi makro ekonomi memburuk, mobil Lamborghini pun masih tidak kehilangannya nilainya. 

Finbold melaporkan pemilik Lambo telah mempertahankan nilainya lebih baik daripada crypto sejak November 2021. Di sisi lain, Lamborghini mencatat laba 6 bulanan tertinggi yang pernah ada meskipun ada ketidakpastian ekonomi. 

Dalam semester 1 2022, pengiriman global Lamborghini melonjak menjadi 5.090, tumbuh sebanyak 4,9 persen. Selain itu, laba operasi perusahaan melonjak 70 persen menjadi €425 juta sementara penjualan tumbuh 31 persen menjadi €1,33 miliar.

Lonjakan permintaan dan penjualan dikaitkan dengan pengenalan lini kendaraan baru. Khususnya, model SUV URUS menyumbang 61 persen dari penjualan, dengan Amerika Serikat tetap menjadi pasar nomor satu perusahaan.

Masa transisi menuju mobil listrik

Lamborghini kini sedang menuju ke masa transisi untuk lini produknya. Perusahaan mengatakan akan sepenuhnya meluncurkan mobil listrik pada tahun 2028. Rencana ekspansi Lamborghini untuk menjamah segmen mobil listrik sudah tertuang dalam peta Direzione Cor Tauri dan menelan investasi £1,3 Juta. Winkelmann menyebutnya sebagai “a non-extreme" GT, dengan condong ke model empat pintu untuk penggunaan sehari-hari.

Namun tantangannya, kata Winkelmann, adalah membangun Lamborghini listrik yang tidak hanya dapat berakselerasi di garis lurus, tetapi juga menikung seperti yang diharapkan pelanggan. "Saya pikir kita bisa mencapai ini dengan generasi baterai yang masuk," katanya.

Winkelmann juga mengatakan, dalam waktu dekat Lamborghini akan meluncurkan penerus mobil sport Aventadornya, dan memperbarui jajaran SUV Urus. Mobil sport Aventador terakhir dibuat pada 27 Juli. Awal tahun depan, Lamborghini pun akan meluncurkan penerus dengan nama berbeda.

Pada 2023, Lamborghini berencana mengakhiri produksi mobil mesin bensin dan akan menggunakan mesin plug-in hybrid (PHEV) untuk Aventador, Huracan, dan SUV Urus. Lamborghini telah melakukan investasi sebesar US$1,7 miliar untuk pembuatan mesin mobil hybrid dan mobil listrik baterai pada paruh kedua dekade ini. 

Pengembangan teknologi PHEV ini juga sejalan dengan tujuan perusahaan dalam berkontribusi menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan. Meskipun demikian, Lamborghini tetap menjaga DNA balap yang untuk seluruh kendaraan barunya dengan sentuhan yang modern dan ke arah yang lebih baik lagi.

Related Articles