LUXURY

Rolex Gandeng Mission Blue untuk Perlindungan Cagar Laut Galápagos

Bagian dari upaya Perpetual Initiative Rolex.

Rolex Gandeng Mission Blue untuk Perlindungan Cagar Laut GalápagosEkspedisi Mission Blue Galápagos di 2022/Dok. Rolex
15 February 2023

Jakarta, FORTUNE - Ekosistem Kepulauan Galápagos yang kaya dan unik adalah rumah bagi spesies tumbuhan dan hewan yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi yang lain.

Melalui Perpetual Planet Initiative yang didirikan sejak 2019, Rolex mendukung Mission Blue untuk menciptakan jaringan global untuk Hope Spots, yaitu area yang ekosistemnya krusial bagi keberlangsungan hidup dan masa depan lautan di Kepulauan Galápagos.

Ketika oceanographer legendaris yang juga pendiri Mission Blue, Sylvia Earle, pertama kali mengunjungi kepulauan itu pada tahun 1966, ia mengatakan bahwa kepulauan itu adalah “bagian laut yang paling banyak dihuni oleh ikan hiu, dan juga ikan-ikan lainnya” yang pernah ia kunjungi.  

Namun di balik keistimewaan Kepulauan Galápagos, ternyata juga membuatnya rentan. Semakin banyak orang menemukan dan mengunjungi pulau-pulau tersebut, spesies invasif datang dan ancaman akan sumber daya lokal turut meningkat.  

Earle kemudian menjalankan Mission Blue Hope Spots pertamanya pada tahun 2010; tempat dengan aneka ragam hayati yang melimpah yang menunjukkan bagaimana kerusakan yang disebabkan oleh manusia terhadap lautan dapat diperbaiki. Kini, ekspedisi terobosan yang dipimpin oleh Earle turut menambah pembuktian tentang perlunya peningkatan akan perlindungan laut.  

Upaya Earle hadir di waktu yang sangat kritis. Ekuador mendirikan Cagar Laut Galápagos pada tahun 1998 dengan area yang meliputi 133.000 km2 perairan di kepulauan tersebut.

Namun, masih banyak hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan Galápagos dapat digunakan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun yang akan datang oleh penduduk, wisatawan, dan nelayan. 

Ekspedisi Perpetual Initiative Rolex

source_name

Pada tahun 2022, hampir 25 tahun sejak berdirinya Cagar Laut Galápagos, tiba saatnya menilai dampak dari upaya perlindungan ini.

Earle yang juga seorang Rolex Testimonee sejak tahun 1982, bergabung dengan tim ilmuwan multi institutional dalam ekspedisi selama dua minggu melintasi Hope Spot. Penelitian mereka yang luas menghasilkan penilaian komprehensif terhadap ekosistem laut di wilayah tersebut, mengidentifikasi tantangan dan peluang untuk upaya konservasi di masa depan. 

Sebagian besar dari ekspedisi ini ditujukan untuk mengungkapkan keragaman yang tersembunyi dan terlupakan di bawah laut untuk menyediakan nilai dasar kesehatan ekosistem yang dapat dilacak melalui survei mendatang. 

Menggunakan teknologi mutakhir seperti environmental DNA (eDNA) dan sistem video bawah air, tim menemukan data populasi penting untuk hewan yang belum terlalu banyak dipelajari seperti kuda laut dan endemic slipper lobster. Analisis eDNA mengisolasi jejak DNA hewan yang tertinggal di kolom air, yang mungkin tidak diketahui. 

Ini bukan penemuan pertama bagi tim. Pada tahun sebelumnya, Sylvia Earle dan Salome Buglass dari Charles Darwin Foundation menemukan spesies Kelp baru yang tumbuh jauh di bawah permukaan.

Saat ekspedisi 2022, keduanya menaiki kapal selam "DeepSee", untuk memperluas eksplorasi mereka di kedalaman, dan dengan penuh semangat mereka kembali dengan video rekaman penemuan hutan rimbun. Ada teori tentatif bahwa hutan rumput laut yang kaya ini lah yang memainkan peran penting dalam mendukung aneka ragam hayati wilayah tersebut. 

Berpikir seperti lautan

source_name

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.