Stockholm, FORTUNE - Peritel pakaian asal Swedia yakni H&M, menyatakan perlu menaikkan harga jual pada tahun ini. Keputusan tersebut sebagai dampak inflasi serta kenaikan biaya bahan baku dan transportasi.
Inflasi telah membuat perolehan laba kuartal 1 yang berlangsung selama Desember 2021-Februari 2022, jauh di bawah ekspektasi. "Kami akan meningkatkan jenis produk yang berbeda di negara yang berbeda tergantung pada persaingan dan permintaan," kata CEO H&M Helena Helmersson kepada Reuters, dikutip Rabu (6/4).
Meskipun perusahaan berencana menaikkan harga, kata dia, tapi besarannya lebih kecil dan tidak mempengaruhi kisaran harga dasar pakaian di pasaran.