Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
jam tangan patek philippe
Nautilus (patek.com)

Jakarta, FORTUNE - Patek Philippe melakukan penyesuaian harga besar-besaran di dua pasar utama dunia. Produsen jam mewah asal Jenewa itu memangkas harga jam tangannya sebesar 8,6 persen di Amerika Serikat, sementara menaikkan harga secara menyeluruh 4 persen di Inggris. Salah satu dampak paling mencolok terlihat pada Cubitus emas 40 mm, yang harganya di AS turun dari US$92.469 menjadi US$84.522.

Langkah ini bukan tanpa latar belakang. Seperti telah diperkirakan WatchPro dalam laporan pada 8 Desember 2025, Patek Philippe membalikkan kebijakan kenaikan harga dan pemotongan margin dealer yang sebelumnya diterapkan setelah Amerika Serikat menaikkan tarif impor jam tangan Swiss sebesar 39 persen pada Agustus.

Tarif tersebut sempat mendorong kenaikan harga sekitar 15 persen di AS pada 15 September, lima minggu setelah Presiden Trump memberlakukan tarif penalti tersebut. Kenaikan itu merupakan penyesuaian kedua dalam enam bulan, setelah sebelumnya AS mengenakan pajak tambahan 10 persen pada Mei.

Pada dua periode kenaikan tersebut, mitra ritel Patek Philippe di Amerika juga mengalami pemangkasan margin pada setiap jam yang terjual. Dengan begitu, beban tarif yang lebih tinggi dibagi antara produsen, peritel, dan konsumen.

Situasi tarif AS sendiri masih bergejolak. Pemerintah AS mengumumkan penurunan tarif menjadi 15 persen pada Desember, berlaku surut hingga November. Namun, perjanjian dagang final belum ditandatangani, sementara rezim tarif melalui perintah eksekutif tengah digugat di Mahkamah Agung. Pejabat Gedung Putih bahkan mengisyaratkan kemungkinan pemberian rabat atas tarif yang lebih tinggi, meski tanpa penjelasan rinci.

Dalam konteks tersebut, pemangkasan harga 8,6 persen di AS pada 1 Februari dipandang sebagai bagian dari penyesuaian global untuk mengembalikan kesetaraan harga antar pasar. Sebelum koreksi harga, Cubitus Ref. 7128/1G-001 dijual sekitar US$100.000 di AS setelah pajak penjualan, sementara di Inggris dibanderol £65.600, setara US$89.440. Selisih lebih dari US$10.000 ini dinilai tidak dapat diterima oleh Patek Philippe.

Kini, Cubitus emas putih tersebut dijual sekitar US$90.860 di AS, termasuk pajak penjualan. Di Inggris, harga barunya menjadi £68.220 termasuk PPN, setara US$93.874. Tanpa pelemahan nilai dolar AS sebesar 3 persen terhadap pound sterling dalam 10 hari terakhir, harga di kedua sisi Atlantik nyaris identik.

Tekanan makroekonomi turut memperumit penetapan harga jam mewah. Tarif Trump, melemahnya dolar AS, serta lonjakan harga emas yang sempat mencetak rekor US$5.418 per troy ounce pekan lalu sebelum turun kembali ke bawah US$5.000, menjadi faktor penentu. Patek Philippe memilih menerapkan penurunan harga yang sama sebesar 8,6 persen baik untuk jam berbahan baja maupun emas. Selain Cubitus, Aquanaut Ref. 5968A-001 di AS juga turun dari US$67.574 menjadi US$61.766. Di Inggris, kedua model tersebut justru mengalami kenaikan harga 4 persen.

Melansir Hodinkee, harga untuk model-model mewah dan yang hanya bisa dipesan melalui janji temu akan dikurangi sekitar 3,4 persen, dan margin pengecer akan meningkat 3 hingga 4 poin persentase pada penjualan jam tangan Patek, kata sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Para pejabat Patek Philippe di Jenewa dan New York menolak berkomentar dan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi untuk dibagikan saat ini mengenai potensi perubahan harga.

Sementara itu, kompetitor utama Patek Philippe juga melakukan penyesuaian. Rolex menaikkan harga di Amerika Serikat rata-rata 7 persen pada 1 Januari. Harga jam baja naik sekitar 5,6 persen, sementara referensi emas melonjak hampir 9 persen.

Dalam setahun terakhir, harga jam Rolex secara keseluruhan telah naik hampir 15 persen, dengan harga rata-rata jam baja meningkat 10,6 persen sejak akhir 2024, dan harga jam emas melonjak hampir 20 persen, menurut pelacakan WatchPro.

Merek lain, termasuk Cartier, Rolex, Omega, dan Tudor, juga menaikkan harga secara tajam pada tahun 2025, meskipun tidak ada yang seagresif Patek.

Editorial Team