Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Dok. Rolex
Dok. Rolex

Jakarta, FORTUNE - Penjualan jam tangan mewah di pasar sekunder mencapai level tertinggi baru pada 2025. Laporan mendalam yang dirilis EveryWatch mencatat nilai transaksi pasar jam tangan bekas terukur sebesar US$16,7 miliar sepanjang 2025, melonjak 36,4 persen secara tahunan. Angka tersebut menegaskan dominasi pasar sekunder yang kian matang, bahkan melampaui kinerja pasar primer yang pertumbuhannya stagnan dan mengalami kontraksi di sebagian besar produsen jam industri.

EveryWatch memperkirakan penjualan ritel jam tangan baru secara global berada di kisaran US$50 miliar pada 2025. Namun, jika memasukkan transaksi over-the-counter, penjualan offline non-ritel, hingga transaksi melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp, nilai pasar sekunder diyakini mendekati US$25 miliar, setara sekitar 50 persen dari total penjualan jam tangan baru dan terus meningkat.

Laporan tersebut menyebut 2025 sebagai tahun krusial yang menandai perubahan struktural dalam industri jam tangan global, dengan pasar primer dan sekunder kini saling bergantung sepenuhnya. Skala, kecanggihan, serta pertumbuhan pemain pasar sekunder mulai dari dealer tidak resmi, peritel resmi, kolektor aktif, hingga balai lelang membuat tidak ada pelaku pasar primer yang benar-benar kebal dari dampaknya.

EveryWatch menilai produsen dan peritel resmi kini dihadapkan pada pilihan strategis: memahami serta merangkul ancaman dan peluang pasar sekunder, atau justru tersapu oleh dampaknya.

“Pada akhir 2025, pertanyaan strategisnya bukan lagi apakah perlu terlibat dengan pasar sekunder, melainkan apakah ikut berperan aktif dalam membentuk kecepatan dan struktur likuiditasnya,” tulis laporan tersebut, merangkum Watchpro.

Di antara merek jam mewah global, hanya Rolex yang dinilai telah melakukan intervensi signifikan melalui peluncuran program Rolex Certified Pre-Owned (RCPO) sejak 2022. Pada 2025, nilai penjualan RCPO mencapai US$590 juta, atau sekitar 11 persen dari total nilai penjualan jam Rolex bekas melalui jalur tidak resmi. Nilai penjualan program ini melonjak 204 persen secara tahunan.

Dampak RCPO tidak hanya meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap jam bekas bersertifikat. Peritel juga diuntungkan melalui penjualan stok bersertifikasi sekaligus perolehan pasokan dari skema trade-in pelanggan, yang menghubungkan likuiditas pasar sekunder dengan alokasi produk pasar primer. Tiga pemain terbesar, yakni Bucherer milik Rolex, Watches of Switzerland Group, dan The 1916 Company, mencatatkan penjualan gabungan sebesar US$270 juta dari program ini sepanjang 2025.

Secara keseluruhan, Rolex tetap mendominasi pasar sekunder global dengan nilai penjualan US$5,7 miliar pada 2025. Patek Philippe menyusul di posisi kedua dengan US$2,2 miliar, diikuti Audemars Piguet sebesar US$1,6 miliar. Omega berada di posisi keempat dengan US$697 juta, sementara Richard Mille menutup lima besar dengan US$672 juta.

Dari sisi koleksi, Rolex DateJust menjadi lini terlaris dunia dengan nilai penjualan US$1,278 miliar, nyaris setara dengan Rolex Daytona di posisi kedua sebesar US$1,275 miliar. Audemars Piguet Royal Oak berada di peringkat ketiga dengan US$949 juta, disusul Patek Philippe Nautilus sebesar US$817 juta. Sementara itu, Omega Speedmaster hanya menempati posisi ke-12 dengan US$222 juta, dan koleksi Cartier Tank berada di peringkat ke-21 dengan US$111 juta.

Pada level referensi individual, dominasi Rolex kembali terlihat. Daytona baja ref.116520 yang dihentikan produksinya pada 2016, menjadi model terlaris dengan nilai transaksi US$54 juta. Jika varian hitam dan putih Daytona ref.116500LN digabungkan, total penjualannya mencapai US$91 juta. Model GMT-Master II “Pepsi” dan “Batman” mencatat US$86 juta, sementara Submariner “Hulk” dan “Kermit” menyumbang US$91 juta.

Patek Philippe menjadi satu-satunya merek lain yang masuk 10 besar referensi terlaris, seluruhnya dari lini Nautilus dengan total US$124 juta. Menariknya, Nautilus ref.5711/1A-010 yang melonjak di pasar sekunder pascapenghentiannya pada 2021, hanya berada di peringkat ke-26 dengan nilai penjualan US$28 juta.

Sumber: EveryWatch

Editorial Team