Bukan Rolex, Tiga Merek Jam Mewah Ini Menguat di Pasar Sekunder
Jakarta, FORTUNE - Pasar jam tangan mewah kembali bergerak dinamis. Di tengah anggapan bahwa jam tangan adalah aset lintas waktu, preferensi pembeli, perubahan harga, serta kebangkitan minat pada warisan dan rekayasa mekanis justru menggeser peta kekuatan merek di pasar sekunder.
Laporan terbaru marketplace jam tangan daring Chrono24 menunjukkan, volatilitas pasar melambat sepanjang 2025, namun sejumlah merek justru mencatat penguatan signifikan.
Berdasarkan analisis jutaan transaksi di platform Chrono24, harga transaksi rata-rata di pasar Amerika Serikat naik 8,4 persen dari kuartal IV 2024 ke kuartal IV 2025. Rolex masih mendominasi dari sisi volume transaksi, tetapi pangsa pasarnya turun 3,3 persen secara tahunan pada 2025.
Chrono24 menyebut penurunan tersebut sebagai koreksi dari euforia jual-beli kembali yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Di luar Rolex, tiga merek jam tangan mewah justru tampil sebagai pemenang besar di pasar pre-owned sepanjang 2025. Dari segmen high-end hingga entry-level luxury, ketiganya membukukan kenaikan pangsa pasar yang mencolok.
1. Vacheron Constantin
Vacheron Constantin menegaskan posisinya sebagai pemain kuat di segmen jam tangan mewah kelas atas. Merek yang didirikan pada 1755 ini merupakan bagian dari “Holy Trinity” horologi bersama Audemars Piguet dan Patek Philippe. Sepanjang 2025, Vacheron Constantin mencatat pertumbuhan pangsa pasar sebesar 13,4 persen, melampaui sejumlah rivalnya.
Kinerja tersebut terutama ditopang oleh koleksi Overseas, lini sport-luxury yang menjadi andalan merek ini. Di pasar, jam tangan entry-level Vacheron Constantin dibanderol mulai sekitar US$12.000, sementara model dengan komplikasi tinggi dapat menembus harga di atas US$100.000.
2. IWC
IWC atau International Watch Company juga mencatatkan lonjakan pangsa pasar yang signifikan. Produsen jam tangan mewah asal Swiss ini dikenal dengan pendekatan berbasis rekayasa, desain yang bersih, serta kedekatan historis dengan dunia aviasi dan motorsport. Menurut Chrono24, pangsa pasar IWC tumbuh 14,4 persen pada 2025, mencerminkan kembalinya minat kolektor terhadap merek dengan fokus engineering.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh koleksi Pilot dan Ingenieur. Di pasar pre-owned, harga jam tangan IWC berkisar dari sekitar US$5.200 hingga lebih dari US$100.000, bergantung pada model dan spesifikasinya.
3. Tudor
Di segmen entry-level luxury, Tudor menunjukkan performa yang konsisten. Merek saudara Rolex ini menawarkan desain yang sejalan dengan estetika Rolex, tetapi harganya lebih terjangkau. Sepanjang 2025, Tudor mencatat pertumbuhan pangsa pasar sebesar 8,7 persen.
Model Black Bay menjadi kontributor utama, sekaligus pilihan populer bagi pembeli jam tangan mewah pemula di Chrono24. Harga Black Bay di pasar pre-owned berada di kisaran US$4.750 hingga US$7.600.
Data Chrono24 menunjukkan bahwa di tengah koreksi pasar pasca-euforia, minat terhadap merek dengan kekuatan desain, rekayasa, dan warisan sejarah justru kian menguat. Pasar pre-owned jam tangan mewah pun semakin selektif—tidak lagi semata bertumpu pada satu nama besar.


















