Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

E-Commerce AI Jadi Strategi Baru Brunello Cucinelli Genjot Bisnis

14ae.jpg
Dok. Brunello Cucinelli

Jakarta, FORTUNE - Rumah mode mewah asal Italia, Brunello Cucinelli, memperdalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan platform e-commerce baru. Peluncuran ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk memperkuat pertumbuhan di tengah pergeseran perilaku konsumen luxury ke ranah digital.

Melansir Fashion Network, Brunello Cucinelli menyebut platform tersebut sebagai sebuah proyek yang menghadirkan pengalaman digital bagi pengunjung, dengan fondasi teknologi AI. Platform ini telah tersedia di Italia, Amerika Serikat, dan Inggris, serta akan diperluas ke pasar lain dalam beberapa bulan ke depan. Proyek ini merupakan pengembangan lanjutan dari situs BrunelloCucinelli.ai yang diperkenalkan lebih dari setahun lalu.

Perusahaan berbasis Umbria itu menyebut pendekatannya sebagai “Human Artificial Intelligence.” Teknologi ini dirancang dan diwujudkan melalui Callimacus, sebuah platform yang dikembangkan oleh unit Solomei AI, pusat riset internal yang dibentuk untuk mengeksplorasi bahasa AI dan potensi penerapannya di bidang kreatif, ilmiah, dan teknologi.

Di jantung Callimacus terdapat sebuah konsepsi baru tentang situs web: bukan lagi kumpulan halaman konvensional, melainkan entitas dengan kecerdasannya sendiri. Sistem ini dirancang untuk memahami niat setiap pengguna dan menghadirkan pengalaman yang personal, dinamis, dan relevan secara real time, berbeda dari pendekatan e-commerce konvensional yang bertumpu pada halaman statis dan jalur tetap.

Hasil yang diharapkan adalah kemampuan menjelajahi perjalanan yang dirancang secara individual, dipetakan secara real time untuk menghormati keunikan setiap kebutuhan dan preferensi personal. Pengunjung dapat menavigasi platform secara mandiri, sambil tetap mendapatkan dukungan sepanjang pengalaman berbelanja, dengan nuansa hospitalitas digital yang terinspirasi dari layanan di butik dan showroom fisik Casa Cucinelli.

Pendiri sekaligus Chairman, Brunello Cucinelli, menegaskan bahwa proyek ini telah dipikirkan selama bertahun-tahun, dengan keyakinan bahwa kecerdasan buatan “harus tetap bersifat sangat manusiawi.” “Tim AI kecil kami telah merancang sintesis antara teknologi kontemporer dan kejeniusaan kreatif—sesuatu yang menurut saya sangat memikat,” ujarnya.

Ia menambahkan, teknologi ini menciptakan “pengalaman personal yang melampaui sekadar eksekusi tugas, dengan menempatkan di pusatnya setiap individu, keunikan masing-masing, serta cara kita menjelajah dan menemukan," ujarnya.

Melansor Women's Wear Daily, peluncuran platform berbasis AI ini hadir di tengah kinerja bisnis Brunello Cucinelli yang solid. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan di atas ekspektasi pasar, dengan pendapatan diperkirakan naik sekitar 10,1 persen menjadi lebih dari €1,4 miliar, menjadikan tahun tersebut sebagai salah satu periode terbaik dalam sejarah perusahaan.

Meski kontribusi langsung AI terhadap pendapatan belum dirinci, platform ini dipandang strategis untuk memperkuat engagement pelanggan digital, memperluas jangkauan global, serta meningkatkan loyalitas melalui personalisasi, faktor yang diyakini mampu mendorong tingkat konversi dan nilai transaksi di segmen ultra-premium.

Ke depan, manajemen juga menegaskan prospek margin laba yang tetap sehat serta target pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen pada 2026, ditopang oleh kuatnya pesanan koleksi Spring/Summer 2026 dan performa sell-out musim dingin. Dengan langkah ini, Brunello Cucinelli menempatkan AI bukan hanya sebagai alat teknologi, melainkan sebagai pilar baru dalam strategi pertumbuhan bisnis luxury berbasis pengalaman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Luxury

See More

E-Commerce AI Jadi Strategi Baru Brunello Cucinelli Genjot Bisnis

23 Jan 2026, 10:00 WIBLuxury