Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang rebound pada perdagangan Rabu (24/6), setelah ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.101,33 kemarin.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan, pasar hari ini akan fokus pada hasil MSCI Annual Market Classfication Review yang akan menentukan persepsi investor global terhadap pasar Indonesia. Pasar akan mencermati potensi perbaikan status market accessibility dan peluang pencabutan freezing yang bisa menjadi katalis kembalinya dana asing ke pasar domestik.
"Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang support 6.070-5.930 dan resisten 6.300-6.350," kata Reza dalam risetnya.
Menurutnya, hasil MSCI berpotensi menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek, dengan peluang rebound jika hasil evaluasi sesuai atau lebih baik dari ekspektasi pasar.
Di tengah sentimen tersebut, BRIDS menyoroti saham-saham berikut ini: OASA, RAJA, dan MBMA.
Dalam pengumuman terbaru, MSCI memutuskan mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market. Akan tetapi, MSCI masih menyoroti tantangan terkait transparansi kepemilikan saham, penghitungan free float, dan indikasi perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.
MSCI menyatakan apresisasi terhadap langkah reformasi yang dilakukan regulator, termasuk peningkatan transparansi pemegang saham, pengawasan High Shareholding Concentration (HSC), dan rencana kenaikan batas minimal free float menjadi 15 persen.
Lebih lanjut, MSCI akan terus memantau implementasi reformasi tersebut dan menjadikan November 2026 sebagai periode evaluasi berikutnya.
"Jika hingga MSCI Index Review November 2026 belum terlihat kemajuan yang memadai, MSCI dapat mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk konsultasi untuk mereklasifikasikan Indonesia dari Emerging Market (EM) menjadi Frontier Market (FM)," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta.
Nafan memprediksi IHSG hari ini bergerak di antara support 5.972 dan 5.848 serta resisten di 6.257 dan 6.377. Saham-saham pilihannya adalah BBRI, TLKM, dan BRPT.
