Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

SK Hynix Salip Samsung Jadi Perusahaan Terbuka Terbesar di Korsel

SK Hynix Salip Samsung Jadi Perusahaan Terbuka Terbesar di Korsel
SK Hynix (https://commons.wikimedia.org/SK Hynix Inc.)
Intinya Sih
  • SK Hynix resmi menyalip Samsung Electronics sebagai perusahaan terbuka dengan nilai pasar terbesar di Korea Selatan, mencapai 2.082,5 triliun won berkat lonjakan saham lebih dari 340 persen.
  • Kebangkitan SK Hynix didorong oleh fokus pada cip high-bandwidth memory (HBM) yang menjadi komponen vital sistem AI global, menjadikannya pemimpin pasar dengan pangsa 61 persen pada 2025.
  • Dari nyaris bangkrut dua dekade lalu, SK Hynix berhasil mencetak laba operasi tertinggi sepanjang sejarah dan memperkecil jarak produksi DRAM dengan Samsung hingga diproyeksikan kurang dari 10 persen pada 2028.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Produsen cip memori SK Hynix mencetak tonggak sejarah baru di Korea Selatan. Perusahaan yang dua dekade lalu pernah berada di ambang kebangkrutan akibat beban utang kini berhasil menyalip Samsung Electronics sebagai emiten dengan nilai pasar terbesar di negeri tersebut.

Mengutip Reuters, pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026, kapitalisasi pasar SK Hynix mencapai 2.082,5 triliun won atau sekitar US$1,35 triliun. Angka itu sedikit melampaui Samsung Electronics yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar 2.081,3 triliun won.

Kenaikan tersebut didorong oleh reli saham yang luar biasa. Sepanjang tahun ini, harga saham SK Hynix telah melonjak lebih dari 340 persen, menjadikannya salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) global.

Di tengah perlombaan membangun infrastruktur AI, SK Hynix berhasil menempatkan diri di posisi strategis sebagai pemasok utama cip high-bandwidth memory (HBM). Produk ini menjadi komponen penting bagi sistem AI yang digunakan perusahaan teknologi global, termasuk Nvidia dan Google. Tingginya permintaan terhadap cip AI pun memperkuat dominasi SK Hynix di industri semikonduktor dunia.

Ledakan AI juga mengubah cara pasar memandang bisnis cip memori. Jika sebelumnya produk tersebut kerap dianggap sebagai komoditas dengan persaingan harga yang ketat, kini cip memori menjadi fondasi penting bagi pengembangan AI generatif, mulai dari chatbot hingga model bahasa besar seperti ChatGPT.

Perbedaan strategi bisnis turut menjadi pembeda antara SK Hynix dan Samsung. Berbeda dengan Samsung yang memiliki portofolio usaha luas, mulai dari semikonduktor hingga elektronik konsumen, SK Hynix memilih fokus pada bisnis cip memori. Fokus inilah yang dinilai membuat perusahaan lebih cepat menangkap peluang dari tren AI yang berkembang pesat.

"Kemunculan cip memori AI yang dirancang khusus telah mengubah fundamental ekonomi industri semikonduktor dan memungkinkan SK Hynix memantapkan diri sebagai pemimpin pasar," ujar analis senior Meritz Securities, Kim Sunwoo.

Mengubah peta industri

Kebangkitan SK Hynix kerap disebut sebagai salah satu transformasi bisnis paling spektakuler dalam sejarah korporasi Korea Selatan.

Pada 2002, perusahaan yang saat itu masih beroperasi dengan nama Hynix Semiconductor nyaris berpindah tangan ke Micron. Tekanan utang yang menumpuk akibat ekspansi besar-besaran membuat perusahaan berada di ambang krisis.

Namun, rencana akuisisi tersebut tidak pernah terwujud. Setelahnya, Hynix berada di bawah pengawasan para kreditur selama hampir sepuluh tahun. Situasi perusahaan kala itu begitu sulit hingga pada 2003 harga sahamnya sempat merosot ke 135 won dan masuk kategori saham berharga sangat rendah atau Dongjeon-ju di Korea Selatan.

Titik balik mulai terlihat ketika gelombang investasi kecerdasan buatan (AI) melanda dunia. Setelah membukukan rugi operasi sebesar 7,73 triliun won pada 2023 akibat anjloknya harga chip memori, SK Hynix berhasil membalikkan keadaan. Setahun kemudian, perusahaan mencetak laba operasi tahunan sebesar 23,5 triliun won, yang saat itu menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Menurut para analis, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari langkah SK Hynix yang tetap menggelontorkan investasi pada teknologi high-bandwidth memory (HBM) ketika industri chip memori tengah mengalami perlambatan. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan AI berlangsung lebih cepat dengan konsumsi energi yang lebih efisien.

Berbeda dengan chip memori tradisional, HBM terhubung langsung dengan prosesor AI. Karakteristik tersebut menciptakan hambatan masuk yang tinggi bagi kompetitor sekaligus memberi produsen posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Pada 2025, SK Hynix menguasai sekitar 61 persen pasar HBM global, jauh melampaui Samsung Electronics yang menguasai 17 persen dan Micron dengan pangsa 21 persen.

Perjalanan perusahaan sendiri dimulai pada 1983 sebagai bagian dari Hyundai sebelum kemudian dipisahkan dan diambil alih oleh SK Group. Chairman SK Group, Chey Tae-won, mengatakan bahwa akuisisi tersebut dilandasi ambisi untuk mengubah Hynix dari sekadar produsen chip memori komoditas menjadi pemain penting dalam industri semikonduktor global.

“Yang benar-benar ingin saya capai ketika kami mengakuisisi Hynix adalah mengubahnya dari produsen memori komoditas menjadi perusahaan semikonduktor arus utama yang produknya sangat diperlukan,” ujar Chey dalam buku yang diterbitkan pada Januari lalu, mengutip The Edge Malaysia.

“Di masa lalu, tidak masalah apakah memori itu berasal dari Hynix, Samsung, atau Micron. Mereka adalah produk komoditas yang dapat saling menggantikan. HBM berbeda. Jika HBM SK Hynix diganti dengan produk lain, sistem AI mungkin tidak berfungsi dengan baik. Apa yang dulunya merupakan komponen periferal kini telah menjadi komponen inti,” lanjutnya.

Keunggulan di pasar HBM juga mulai mengusik dominasi Samsung di pasar DRAM global. Berdasarkan proyeksi Bank of America, produksi DRAM SK Hynix diperkirakan mencapai sekitar 589.000 wafer per bulan pada tahun ini, mendekati volume produksi Samsung yang berada di kisaran 691.000 wafer.

Dalam rentang 2025 hingga 2028, kapasitas produksi DRAM SK Hynix diproyeksikan meningkat sekitar 38 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Samsung yang diperkirakan hanya tumbuh 17,5 persen.

Jika tren tersebut berlanjut, selisih kapasitas produksi kedua perusahaan diperkirakan menyusut menjadi kurang dari 10 persen pada 2028.

"Sebelumnya, perbedaan skala produksi berarti tidak ada cara bagi para pesaing untuk menutup kesenjangan profitabilitas dengan Samsung," kata Kim.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More