Bitcoin Tertahan, Pasar Kripto Tunggu Kepastian Damai AS-Iran

- Pasar kripto masih bergerak hati-hati karena ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran, dengan bitcoin bertahan di kisaran US$64.200 setelah sempat turun di bawah US$63.000.
- Mayoritas aset kripto utama seperti Ether, Solana, dan Tron menguat tipis, sementara Dogecoin melemah dan token HYPE terkoreksi meski tetap mencatat kinerja mingguan positif.
- Fokus investor tertuju pada negosiasi damai AS-Iran di Swiss yang berpotensi menentukan arah pasar; hasilnya bisa memengaruhi sentimen global terhadap aset berisiko termasuk kripto.
Jakarta, FORTUNE – Pergerakan pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian geopolitik global. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai dapat menjadi faktor penentu arah aset berisiko, termasuk bitcoin.
Melansir Coindesk, bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$64.200 atau menguat sekitar 0,9 persen dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, secara mingguan pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut masih cenderung stagnan setelah sempat tertekan hingga berada di bawah level US$63.000 pada Jumat (19/6).
Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see investor yang memilih menahan diri sambil menunggu kejelasan hasil negosiasi antara Washington dan Teheran. Ketidakpastian tersebut membuat bitcoin belum mampu keluar dari rentang pergerakan terbatas dalam beberapa hari terakhir.
Mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar juga bergerak di zona hijau. Ether tercatat naik 0,5 persen dalam sehari dan menguat 3,3 persen sepanjang pekan menjadi US$1.734. Solana bertambah 1,5 persen ke level US$73, sementara Tron naik 1,2 persen.
Di sisi lain, token HYPE milik Hyperliquid terkoreksi 2 persen dalam perdagangan harian. Meski demikian, aset tersebut masih menjadi salah satu yang berkinerja terbaik selama sepekan setelah melonjak 14,8 persen.
Sementara itu, Dogecoin justru mencatatkan performa paling lemah di antara aset kripto utama. Koin meme tersebut melemah 4,9 persen dalam tujuh hari terakhir.
Sepanjang pekan lalu, bitcoin belum menunjukkan tren yang konsisten. Harga sempat memperoleh sentimen positif setelah muncul kesepakatan awal antara Iran dan Amerika Serikat, namun kembali mengalami tekanan seiring meningkatnya aversi risiko di pasar global pada akhir pekan.
Memasuki perdagangan terbaru, volatilitas mulai mereda dan harga bergerak lebih stabil karena investor memilih menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses diplomasi kedua negara.
Fokus pasar saat ini tertuju pada Swiss, lokasi pertemuan delegasi Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan membahas kemungkinan tercapainya gencatan senjata permanen. Negosiasi tersebut melibatkan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance.
Pembicaraan ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden Donald Trump pekan lalu. Kesepakatan tersebut memberikan kerangka waktu negosiasi selama 60 hari dengan opsi perpanjangan apabila diperlukan.
Meski demikian, optimisme pasar belum sepenuhnya pulih. Iran masih mempertahankan ancaman untuk menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.
Sebelumnya, terbukanya kembali jalur tersebut sempat menekan harga minyak hingga sekitar 9 persen dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko. Namun, ancaman terbaru dari Teheran kembali memunculkan kekhawatiran mengenai stabilitas pasokan energi global.
Situasi tersebut membuat pelaku pasar bersikap lebih berhati-hati karena hasil negosiasi berpotensi memengaruhi berbagai instrumen keuangan, mulai dari komoditas hingga aset digital.
Analis menilai bitcoin saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi dan belum memiliki katalis yang cukup kuat untuk memulai tren baru. Jika ancaman penutupan Selat Hormuz benar-benar terwujud, lonjakan harga minyak dapat meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk pasar kripto.
Sebaliknya, apabila perundingan menghasilkan kesepakatan damai yang berkelanjutan, meredanya ketegangan geopolitik berpotensi memperbaiki sentimen investor dan memberikan dukungan bagi pasar keuangan global. Untuk saat ini, arah pergerakan bitcoin dan aset kripto lainnya diperkirakan masih sangat bergantung pada perkembangan negosiasi AS-Iran. Investor pun cenderung menunggu kepastian sebelum mengambil langkah investasi yang lebih agresif.















