- Rp50 miliar untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman.
- 11,8 persen atau Rp31,8 miliar untuk pengembangan usaha perseroan dalam bentuk pembiayaan belanja modal, yakni pendirian gedung pabrik Cikupa.
- 68,7 persen atau Rp184,99 miliar untuk keperluan modal kerja perseroan, antara lain untuk pembelian barang terkait proyek serta pembelian bahan baku/persediaan.
Setelah Proline (PRDL), 2 Emiten Kesehatan Umumkan IPO: EMMI & JECX

- Dua emiten kesehatan, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), resmi memulai masa bookbuilding IPO hingga 24 Juni 2026.
- EMMI menawarkan 522,85 juta saham dengan harga Rp446–Rp515 per saham, menargetkan dana maksimal Rp269,27 miliar untuk pelunasan pinjaman, pembangunan pabrik Cikupa, dan modal kerja.
- JECX melepas hingga 487,98 juta saham dengan harga Rp1.200–Rp1.400 per saham, berpotensi meraih Rp683,18 miliar untuk pembayaran utang bank serta tambahan modal bagi anak usaha.
Jakarta, FORTUNE - Dua emiten kesehatan mengumumkan masa penawaran awal (bookbuilding) dari langkah IPO, Senin (22/6), menyusul langkah perusahaan afiliasi Prodia yang melakukannya pekan lalu.
Kedua perusahaan itu adalah PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). Masa penawaran awal emiten-emiten itu akan berlangsung sampai 24 Juni 2026.
Dengan harga penawaran awal di rentang Rp446-Rp515 per saham, EMMI akan melepas 522,85 juta saham melalui IPO. Itu setara 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. "Jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham ini adalah maksimal Rp269,27 miliar," demikian dikutip dari prospektus IPO EMMI.
Secara detail, berikut ini rencana penggunaan dana IPO EMMI:
Sementara itu, JECX atau pemilik jaringan rumah sakit Jakarta Eye Center (JEC), akan menawarkan maksimal 487,98 juta saham melalui IPO, yang terdiri dari:
- 325,32 juta saham baru atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO;
- 162,66 juta saham milik DR.Dr. Waldensius Girsang, SpM(K) selakupemegang saham penjual atau mewakili 5 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.
Nilai nominal saham IPO JECX adalah Rp16 per saham. Sementara itu, harga penawaran awalnya adalah Rp1.200 sampai Rp1.400 per saham. Secara total, penawaran umum perdana perseroan maksimal berjumlah Rp683,18 miliar.
Secara terperinci, ini alokasi penggunaan dana IPO JECX:
- Rp40 miliar untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atas sebagian pokok pinjaman perseroan.
- Rp100 miliar untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank HSBC Indonesia atas sebagian pokok pinjaman perseroan.
- Sekitar Rp185 miliar untuk disalurkan kepada anak usaha perseroan dengan perincian:
- Sekitar Rp50 miliar akan disalurkan dalam bentuk setoran modal kepada NSB, yang selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja.
- Sebesar Rp100 miliar untuk memberikan pinjaman kepada Orbita, perusahaan terkendali perseroan yang selanjutnya akan digunakan Orbita untuk membayar sebagian pokok utang kepada BCA.
- Sebesar Rp35 miliar untuk memberikan pinjaman kepada JCS, perusahaan terkendali perseroan, yang selanjutnya akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang kepada BCA.
- Sisanya akan JECX gunakan untuk modal kerja perseroan.















