ADHI menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (13/11/2026) di ADHI Tower, Jakarta Timur. Transaksi divestasi JMJ memerlukan persetujuan lebih dari tiga perempat saham dengan hak suara yang sah dalam rapat yang memenuhi ketentuan kuorum.
Dalam rapat tersebut, ADHI juga akan mengajukan perubahan penggunaan sisa dana Penawaran Umum Terbatas melalui HMETD II. Per 30 Juni 2026, dana yang belum digunakan mencapai Rp378,69 miliar, yang semula dialokasikan untuk penyertaan modal di sejumlah entitas, termasuk JMJ.
ADHI mengusulkan pengalihan dana tersebut untuk kebutuhan modal kerja. Nilainya setara 14,2 persen dari total hasil penawaran umum sehingga perubahan alokasinya harus mendapat persetujuan pemegang saham.
Di sisi lain, JMJ diproyeksikan masih mencatat kerugian karena ruas tol berada pada tahap awal pengoperasian. Pendapatan tol yang belum optimal dan beban bunga pembiayaan menjadi faktor yang memengaruhi kinerja keuangannya.
Setelah divestasi rampung, ADHI tidak lagi memiliki saham di JMJ sehingga tidak lagi mencatat bagian laba atau rugi dari perusahaan tersebut.
Berapa nilai divestasi saham ADHI di JMJ? | Nilai transaksi mencapai Rp1,76 triliun. |
Berapa saham JMJ yang dilepas ADHI? | ADHI melepas 1.714.808 saham atau setara 47,18 persen kepemilikan. |
Siapa pembeli saham JMJ milik ADHI? | Saham tersebut akan dialihkan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI. |
Kapan transaksi ditargetkan selesai? | Penyelesaian transaksi ditargetkan paling lambat 30 November 2026. |