Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Commodity Investing? Pengertian hingga Cara Investasinya
ilustrasi komoditas kopi (pexels.com/Kopi 1500m)
  • Commodity investing adalah penanaman modal pada barang mentah untuk konsumsi atau bahan baku industri.

  • Komoditas utama untuk investasi mencakup logam, energi, pertanian, dan peternakan.

  • Investor dapat berinvestasi pada komoditas melalui pembelian fisik, saham perusahaan terkait, reksa dana atau ETF, serta kontrak berjangka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Komoditas telah lama dikenal sebagai bagian penting dalam perekonomian global. Seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi, komoditas semakin diminati sebagai salah satu alternatif investasi.

Kondisi tersebut membuat commodity investing atau investasi komoditas menjadi pilihan menjanjikan. Jenis investasi ini memberikan eksposur terhadap berbagai komoditas, baik melalui kepemilikan langsung maupun produk keuangan.

Lalu, apa itu commodity investing? Simak pengertian, jenis, hingga cara investasinya di artikel ini.

Apa itu commodity investing?

Investasi komoditas atau commodity investing adalah bentuk penanaman modal yang berfokus pada komoditas atau barang mentah untuk konsumsi atau bahan baku industri. Karakteristik utamanya ialah dapat diperdagangkan atau ditukarkan dengan barang lain yang memiliki nilai sepadan.

Keberadaan investasi komoditas sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, investasi tersebut sudah eksis jauh sebelum investasi saham maupun obligasi mulai beroperasi. Bentuk investasinya pun telah bertransformasi menjadi lebih beragam dan kompleks.

Jenis komoditas untuk investasi

Ada berbagai komoditas yang umum dijadikan aset investasi di kalangan investor. Berikut beberapa jenis komoditas utama untuk investasi.

  • Komoditas logam

Komoditas logam mencakup produk hasil pertambangan dan bersifat logam. Komoditas tersebut terbagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya, yaitu logam berharga dan logam industri. 

Logam berharga dikategorikan sebagai logam mulia seperti emas, perak, dan platinum. Sebaliknya, logam industri mencakup bahan baku industri, seperti nikel, timah, tembaga, hingga titanium.

  • Komoditas energi

Komoditas energi umumnya meliputi semua produk yang berasal dari tambang dan eksplorasi sebagai bahan bakar. Contohnya seperti batubara, gas alam, minyak kelapa sawit, minyak bumi, dan diesel.

  • Komoditas pertanian

Sesuai namanya, komoditas pertanian diperoleh dari hasil pertanian dan perkebunan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun industri. Produk pertanian bisa berupa beras, jagung, gandum, dan kedelai. Di sisi lain, produk perkebunan mencakup karet, kapas, teh, hingga kopi.

  • Komoditas peternakan

Komoditas peternakan merupakan jenis barang yang berasal dari hasil peternakan berupa ternak hidup, daging, susu, telur, dan pakan ternak. Contohnya seperti sapi, kambing, ayam, dan ikan.

Harga emas, minyak, dan komoditas lain dapat bergerak berbeda meski menghadapi kondisi ekonomi yang sama. Cari tahu cara membaca faktor penggeraknya dan menentukan porsinya dalam portofolio di Fortune Indonesia Investment Forum 2026.

Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka.

  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset.

  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri.

  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass).

  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun.

  • Makan siang dan 2 kali coffee break.

  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

  • Akses ke booth BaZi Reading.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

Fortune Investment Forum.png


Keuntungan dan risiko commodity investing

Keuntungan commodity investing

  • Memiliki perlindungan yang baik terhadap inflasi.

  • Menjadi instrumen lindung nilai di tengah gejolak pasar.

  • Berpotensi memberikan imbal hasil seiring permintaan dan penawaran global.

  • Mudah diakses melalui berbagai instrumen.

  • Cocok dijadikan diversifikasi untuk mengurangi risiko investasi.

Risiko commodity investing

  • Volatilitas harga tinggi.

  • Pergerakan harga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.

  • Tidak semua komoditas menghasilkan pendapatan pasif.

  • Risiko penyimpanan dan biaya tambahan

  • Membutuhkan pemahaman pasar yang baik.

Cara investasi commodity investing

Ingin berinvestasi pada commodity investing? Bentuk investasi ini menawarkan berbagai metode yang dapat disesuaikan dengan modal, tujuan, dan profil risiko masing-masing. Berikut beberapa caranya.

  • Pembelian komoditas fisik

Metode konvensional ini populer dijumpai pada komoditas logam, seperti emas batangan dan perak. Investor memiliki kendali penuh atas aset berwujud yang disimpan di tempat penyimpanan pribadi.

  • Saham

Selain investasi langsung, investor juga dapat berinvestasi secara tidak langsung melalui saham. Ada berbagai emiten yang beroperasi di sektor komoditas, seperti perusahaan minyak, agribisnis, hingga tambang. Pergerakan saham ini biasanya linier dengan harga komoditas dasarnya.

  • Reksa dana atau ETF

Investasi komoditas dapat dilakukan melalui instrumen keuangan, seperti reksa dana atau Exchange-Traded Fund (ETF). Dana investasi akan ditempatkan pada berbagai instrumen berbasis komoditas atau mengikuti indeks komoditas tertentu.

  • Kontrak berjangka

Instrumen derivatif, seperti kontrak berjangka juga umum dilakukan pada commodity investing. Metode ini memungkinkan investor membuat kesepakatan untuk membeli atau menjual komoditas pada tingkat harga tertentu di masa depan. 

Seperti apa investor yang cocok commodity investing?

Commodity investing membuka peluang investasi bagi investor yang tertarik. Namun, tidak semua investor ideal untuk masuk ke pasar komoditas. Profil dan karakteristik investor yang cocok investasi berbasis komoditas, yaitu:

  • Siap menghadapi volatilitas pasar dalam jangka pendek.

  • Sedang mencari alternatif diversifikasi

  • Punya pemahaman yang baik terhadap ekonomi makro dan pasar komoditas.

  • Berorientasi pada jangka panjang.

Secara keseluruhan, apa itu commodity investing merujuk pada kegiatan penanaman modal pada berbagai barang mentah. Jenis investasi ini dapat dijadikan salah satu alternatif diversifikasi portofolio.

FAQ seputar apa itu commodity investing

Apa yang dimaksud dengan commodity?

Commodity atau komoditas adalah barang yang dapat diperjualbelikan di pasar, seperti produk pertanian dan material tambang.

Apa contoh commodity investing?

Ada beberapa contoh investasi komoditas yang potensial, seperti logam mulia, gas alam, produk pertanian, hingga peternakan.

Bagaimana cara berinvestasi di komoditas?

Ada berbagai cara untuk memulai investasi di komoditas, seperti kontrak berjangka, saham perusahan komoditas, reksa dana atau ETF, atau pembelian fisik.

Apa perbedaan antara komoditas dan saham?

Investasi saham merujuk pada kepemilikan perusahaan, sedangkan komoditas mewakili berbagai barang perdagangan yang memiliki nilai ekonomi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article