Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Indeks KOSPI? Pengertian hingga Kenapa Penting Bagi Investor
potret bendera Korea Selatan (unsplash.com/Daniel Bernard)
  • KOSPI merupakan indeks utama yang menggambarkan pergerakan saham di pasar utama Korea Selatan.

  • KOSPI berbeda dari KOSPI 200 yang hanya mencakup 200 saham representatif dan berlikuiditas tinggi.

  • Indeks ini digunakan untuk membaca sentimen pasar, membandingkan kinerja portofolio, dan menjadi acuan berbagai produk investasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indeks KOSPI menjadi perhatian pelaku pasar setelah mencatat pelemahan tajam pada perdagangan Selasa (28/7). Dilansir Google Finance per pukul 11.05 WIB, KOSPI berada di level 6.098,66, turun 9,73 persen atau 657,09 poin dalam sehari.

Reuters mewartakan indeks acuan Korea Selatan tersebut merosot akibat aksi jual besar-besaran pada saham produsen chip, terutama SK Hynix dan Samsung Electronics.

Pelemahan itu memunculkan pertanyaan mengenai apa itu KOSPI indeks dan mengapa pergerakannya menjadi salah satu acuan penting bagi investor global.

Apa itu indeks KOSPI?

KOSPI (Korean Composite Stock Price Index) adalah kelompok indeks yang melacak pergerakan saham-saham di Bursa Efek Korea (Korea Exchange/KRX). Indeks ini menjadi indikator utama untuk mengukur kinerja pasar saham Korea Selatan.

Peran KOSPI serupa dengan IHSG di Indonesia karena digunakan untuk menggambarkan pergerakan pasar saham utama secara keseluruhan.

Secara umum, KOSPI tidak hanya merujuk pada satu indeks, tetapi juga menjadi nama keluarga indeks yang mencakup berbagai kelompok saham dan sektor industri.

Namun, dalam pemberitaan pasar, istilah KOSPI biasanya mengacu pada indeks utama yang mengukur pergerakan seluruh saham biasa di Pasar KOSPI.

Sejarah singkat KOSPI

KOSPI mulai diperkenalkan pada awal 1983 sebagai pengganti Korean Composite Stock Price Index (KCSPI). Saat mulai diperdagangkan, indeks tersebut berada di level 122,52, dengan nilai dasar 100 yang mengacu pada 4 Januari 1980.

Seiring berkembangnya pasar modal Korea Selatan, KOSPI mengalami sejumlah perluasan. Bursa kemudian meluncurkan berbagai indeks turunan, seperti KOSPI 100, KOSPI 50, indeks sektoral, hingga indeks saham dengan tata kelola perusahaan maupun dividen.

Dalam perjalanannya, KOSPI mengalami berbagai fase pertumbuhan dan koreksi. Indeks ini sempat naik lebih dari delapan kali lipat hingga melampaui level 1.000 pada akhir 1980-an. Pada 24 Juli 2007, KOSPI untuk pertama kalinya ditutup di atas level 2.000.

Di sisi lain, sejumlah peristiwa global sempat menekan pergerakan indeks. Serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat, krisis keuangan global 2008, hingga pandemi COVID-19 menjadi beberapa faktor yang memicu volatilitas tinggi di pasar saham Korea Selatan.

Bagaimana cara kerja KOSPI?

KOSPI menggunakan metode capitalization-weighted index atau indeks berbobot kapitalisasi pasar. Dengan metode ini, bobot masing-masing perusahaan ditentukan berdasarkan nilai kapitalisasi pasarnya.

Artinya, perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih besar memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pergerakan indeks dibandingkan emiten berukuran kecil. Jika saham perusahaan besar mengalami kenaikan atau penurunan signifikan, dampaknya terhadap KOSPI juga akan lebih besar.

Sebagai contoh, Samsung Electronics dan SK Hynix memiliki bobot yang besar dalam KOSPI. Karena itu, pelemahan tajam kedua saham tersebut pada perdagangan 28 Juli 2026 ikut menekan indeks secara keseluruhan.

Selain melacak saham, keluarga indeks KOSPI juga mencakup indeks sektoral, indeks dividen seperti KODI, serta menjadi acuan bagi berbagai instrumen derivatif, termasuk kontrak berjangka (futures), opsi, dan obligasi pemerintah.

Perbedaan KOSPI dan KOSPI 200

Perbedaan utama KOSPI dan KOSPI 200 terletak pada cakupan sahamnya. KOSPI merupakan indeks komposit yang menggambarkan pergerakan seluruh saham biasa di pasar utama Korea Exchange. Sementara itu, KOSPI 200 hanya mencakup 200 saham representatif dari Pasar KOSPI.

Konstituen KOSPI 200 dipilih dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar, likuiditas, dan keterwakilan sektor. Karena cakupannya lebih terbatas, indeks ini banyak digunakan sebagai acuan produk investasi dan aset dasar kontrak berjangka serta opsi.

Singkatnya, KOSPI memberikan gambaran pasar secara luas, sedangkan KOSPI 200 lebih berfokus pada perusahaan besar dan likuid.

Mengapa KOSPI penting bagi investor?

KOSPI menjadi salah satu indikator utama untuk melihat kondisi pasar modal Korea Selatan karena mencerminkan kinerja perusahaan-perusahaan besar di berbagai sektor, mulai dari teknologi, otomotif, perbankan, hingga utilitas.

Pergerakan indeks ini juga menjadi acuan bagi investor global dalam menilai sentimen terhadap ekonomi Korea Selatan. Selain digunakan sebagai benchmark investasi, KOSPI menjadi dasar bagi berbagai produk investasi seperti exchange traded fund (ETF), kontrak futures, maupun opsi.

Demikian penjelasan mengenai apa itu KOSPI indeks hingga perbedaannya dengan KOSPI 200. Semoga bermanfaat.

FAQ seputar indeks KOSPI

Apa itu indeks KOSPI?

KOSPI adalah indeks berbobot kapitalisasi pasar yang mengukur pergerakan saham biasa di pasar utama Korea Exchange.

Apa itu KOSPI 200?

KOSPI 200 adalah indeks berisi 200 saham berkapitalisasi pasar terbesar yang mencakup sekitar 70 persen nilai pasar Bursa Korea.

Bagaimana cara kerja KOSPI?

KOSPI menggunakan metode kapitalisasi pasar sehingga saham dengan nilai pasar terbesar memiliki bobot lebih besar.

Mengapa KOSPI penting bagi investor?

Karena KOSPI menjadi acuan untuk menilai kondisi pasar saham Korea Selatan dan digunakan sebagai benchmark berbagai produk investasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article