Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BEI Catat Penerbitan Waran Terstruktur Capai 679 Seri
gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)/Indonesia Stock Exchange (IDX) (idx.co.id)

  • Hingga 16 September 2026, BEI mencatat 679 seri waran terstruktur dengan nilai transaksi sekitar Rp4,18 triliun, melonjak dari 13 pada 2022.

  • Penerbitan berpotensi bertambah 100–200 seri hingga akhir 2026.

  • Investor ritel masih mendominasi perdagangan, sementara institusi berpotensi memanfaatkannya untuk hedging.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Hingga 16 September 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 679 seri waran terstruktur telah diterbitkan dengan nilai transaksi sekitar Rp4,18 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2022, ketika instrumen ini pertama kali diperkenalkan dengan 13 seri dan nilai transaksi Rp194 miliar.

Pertumbuhan tersebut berlangsung dalam empat tahun sejak waran terstruktur mulai diperdagangkan di pasar modal Indonesia. BEI juga masih mencatat pipeline penerbitan hingga akhir 2026 dan memperluas pilihan aset dasar (underlying).

Waran terstruktur tumbuh signifikan sejak 2022

Direktur Pengembangan BEI Iding Paridi mengatakan perkembangan waran terstruktur tercermin dari peningkatan jumlah penerbitan dan nilai transaksi sejak 2022.

“Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2022, waran terstruktur menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan,” ujar Iding dalam peringatan Hari Waran Terstruktur Indonesia (HWTI) 2026 di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (19/9).

BEI bersama RHB Sekuritas Indonesia menggelar HWTI 2026 untuk memperingati empat tahun peluncuran waran terstruktur. Kegiatan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman investor mengenai instrumen tersebut di pasar modal.

Ada pipeline 100-200 penerbitan

Penerbitan waran terstruktur masih berpotensi bertambah hingga akhir 2026. Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI Pradapaningsih mengatakan terdapat pipeline sekitar 100–200 penerbitan baru.

“Kalau penerbitan waran terstruktur sampai saya lihat data terakhir itu 679 di tahun ini. Kemudian kalau dari pipeline penerbit setahu saya masih ada sekitar 100–200 penerbitan lagi,” ujar Pradapaningsih.

Menurutnya, jumlah penerbitan hingga September 2026 juga telah melampaui periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut didukung perluasan saham yang dapat menjadi aset dasar (underlying) dari indeks IDX30 menjadi IDX80.

Perluasan itu memberikan lebih banyak pilihan underlying bagi penerbit. Selain likuiditas, volatilitas saham menjadi salah satu pertimbangan karena dibutuhkan dalam perdagangan waran terstruktur.

“Terutama karena kan IDX30 sahamnya yang paling likuid. Sementara kalau untuk produk seperti waran terstruktur memang mereka membutuhkan volatilitas,” tuturnya.

Investor ritel masih dominan

Dari sisi pengguna, perdagangan waran terstruktur saat ini masih didominasi investor ritel. Sementara investor institusi memiliki potensi penggunaan yang berbeda, termasuk untuk kebutuhan lindung nilai atau hedging terhadap posisi investasi.

Iding juga menekankan pentingnya edukasi dalam perkembangan instrumen tersebut. Supaya penggunaan waran terstruktur dapat disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

"Kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti yang dilaksanakan hari ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman investor dan memperluas awareness terhadap produk-produk pasar modal," ujarnya.

Head of Equity Derivatives PT RHB Sekuritas Indonesia Kenneth Zhao mengatakan waran terstruktur menawarkan sejumlah karakteristik yang dapat dimanfaatkan investor dalam mengelola portofolio. Di antaranya adalah kebutuhan modal yang relatif lebih rendah serta potensi efek pengungkit (leverage).

"Singkatnya, ada beberapa keuntungan bagi investor Waran Terstruktur, yaitu modal investasi yang lebih rendah, memanfaatkan efek pengungkit (leverage), kerugian terbatas sebesar modal awal, terdapat liquidity provider memastikan ketersediaan likuiditas di pasar, serta pembayaran tunai pada saat jatuh tempo jika Waran Terstruktur in-the-money," ujar Kenneth.

Waran terstruktur pertama kali diperkenalkan di pasar modal Indonesia pada 19 September 2022 dengan RHB Sekuritas Indonesia sebagai pionir penerbit. Dalam perkembangannya, RHB juga bekerja sama dengan Mirae Asset Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas sebagai agen penjual.

FAQ seputar BEI catat penerbitan waran terstruktur

Berapa jumlah waran terstruktur yang tercatat hingga 16 September 2026?

BEI mencatat 679 seri waran terstruktur.

Berapa nilai transaksi waran terstruktur tersebut?

Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp4,18 triliun.

Berapa pipeline penerbitan waran terstruktur hingga akhir 2026?

BEI mencatat pipeline sekitar 100-200 penerbitan.

Kapan waran terstruktur pertama kali diperkenalkan di Indonesia?

Instrumen ini pertama kali diperkenalkan pada 19 September 2022.

Editorial Team

Related Article