Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bitcoin Tembus US$78 Ribu, Sinyal Kenaikan Makin Kuat?
Bitcoin cryptocurrency update

Jakarta, FORTUNE - Pergerakan pasar kripto kembali memanas. Bitcoin mencatat lonjakan signifikan dan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir, memicu optimisme baru akan potensi reli lanjutan di tengah kombinasi sentimen global dan dinamika pasar derivatif.

Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global meningkat 2,66 persen menjadi US$2,62 triliun. Harga Bitcoin naik 3,18 persen ke level US$78.242 per koin atau sekitar Rp1,34 miliar (kurs Rp17.220), menandai posisi tertinggi dalam 11 pekan terakhir.

Kenaikan ini juga diikuti oleh penguatan aset kripto utama lainnya. Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar melonjak 3,45 persen. Ethereum naik 2,89 persen ke US$2.384, BNB menguat 1,36 persen ke US$638, Dogecoin naik 1,57 persen ke US$0,096, Solana bertambah 1,64 persen ke US$87, serta XRP naik 0,57 persen ke US$1,43.

Mengutip CoinDesk, penguatan pasar kripto secara luas mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko, sejalan dengan kondisi pasar global yang cenderung risk-on. Bursa saham Amerika Serikat bahkan mencatatkan rekor tertinggi, memperkuat arus masuk ke aset spekulatif seperti kripto.

Di sisi lain, faktor geopolitik turut memainkan peran. Pelonggaran ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk indikasi penghentian blokade laut, menjadi katalis positif bagi pasar.

Melansir TradingKey, harga Bitcoin sempat melonjak mendekati US$78.369 dan bertahan di kisaran US$77.965, setelah sebelumnya bergerak fluktuatif dalam rentang US$65.000–US$75.000 selama Maret hingga awal April.

Langkah ini dinilai membuka peluang negosiasi baru antara kedua negara, yang berpotensi menjadi pemicu volatilitas lanjutan. Jika kesepakatan tercapai, harga Bitcoin diperkirakan mampu bertahan di atas US$80.000. Sebaliknya, kegagalan negosiasi dapat memicu koreksi kembali.

Dari sisi teknikal, tren kenaikan Bitcoin menunjukkan pola ascending channel, dengan level puncak yang terus meningkat dari US$73.000, US$76.000, hingga US$78.000. Kondisi ini menandakan dominasi pelaku pasar bullish masih terjaga, membuka peluang harga menembus US$85.000 pada akhir April.

Sementara itu, penguatan harga juga berdampak pada saham-saham terkait kripto. MicroStrategy melonjak sekitar 10 persen, Circle Internet Group naik 9 persen, dan Coinbase menguat 6 perseb. Emiten penambang seperti MARA Holdings dan Riot Platforms juga naik sekitar 6–7 persen.

Direktur senior Wincent, Paul Howard, menilai pergerakan jangka pendek Bitcoin masih sangat dipengaruhi faktor makro dan geopolitik. Ia menyebut level US$72.000 sebagai area penopang penting, sementara US$80.000 berpotensi menjadi titik resistensi akibat aksi ambil untung.

Di pasar derivatif, potensi reli tambahan juga terbuka. Head of Research K33 Research, Vetle Lunde, menyoroti akumulasi posisi short yang cukup besar.

“Peningkatan leverage di tengah funding rate negatif menunjukkan akumulasi posisi short yang besar. Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya short squeeze, yakni lonjakan harga akibat penutupan paksa posisi jual," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konsentrasi posisi short saat ini dapat menjadi pendorong kenaikan harga lebih lanjut.

Meski demikian, level US$80.000 tetap menjadi area krusial. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tren penguatan berpeluang berlanjut. Namun jika gagal, pasar berisiko mengalami tekanan jual dalam jangka pendek seiring aksi ambil untung investor.

Editorial Team