Jakarta, FORTUNE — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tren pelemahan sepanjang 2026. Kondisi tersebut turut menekan sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk konstituen LQ45.
Melansir Bursa Efek Indonesia (BEI), LQ45 adalah indeks yang mengukur kinerja harga 45 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar free float besar, serta didukung fundamental dan kepatuhan perusahaan yang baik.
Di tengah tekanan pasar, valuasi menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat apakah harga saham relatif rendah terhadap kinerja fundamentalnya. Saham dengan harga per lembar yang rendah belum tentu undervalued.
Untuk melihat valuasi, investor dapat menggunakan Price to Earnings Ratio (PER), yang membandingkan harga saham dengan laba. Serta Price to Book Value (PBV), yang membandingkan harga saham dengan nilai bukunya.
