Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pergerakan saham
Ilustrasi investasi saham (unsplash.com/austin distel)

Intinya sih...

  • Daftar saham IPO 2025 mencakup 26 saham baru dengan total fund-raised mencapai Rp18,1 triliun.

  • Kinerja positif tercatat pada sebagian besar saham IPO yang mengalami kenaikan harga.

  • Optimisme tinggi menyambut tahun 2026 dengan target BEI untuk memiliki 50 perusahaan tercatat baru, diproyeksikan akan lebih semarak dari tahun sebelumnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Memasuki tahun 2026, ada banyak persiapan yang dilakukan investor dalam menyusun strategi investasinya. Tidak sedikit investor yang kembali meninjau kinerja di tahun sebelumnya.

Pasar modal Indonesia 2025 ditutup dengan kinerja solid dan berbagai capaian mengesankan, termasuk kinerja saham IPO selama setahun terakhir. Sejumlah perusahaan sukses menggelar penawaran publik perdana dan mencatatkan saham di bursa.

Penasaran, apa saja saham IPO 2025? Berikut rincian daftar saham yang IPO di 2025 dan kinerjanya yang menarik untuk diketahui.

Daftar saham IPO di 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang menarik untuk pasar modal Indonesia. Sepanjang tahun 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan sejumlah emiten baru. Total ada 26 saham baru dengan total fund-raised IPO saham mencapai Rp18,1 triliun dan 6 di antaranya merupakan Lighthouse Initial Public Offering (IPO).

Berikut daftar saham yang IPO di 2025 lengkap dengan tanggalnya.

  1. PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX): 8 Januari 2025

  2. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): 8 Januari 2025

  3. PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII): 8 Januari 2025

  4. PT Hero Global Investment Tbk (HGII): 9 Januari 2025

  5. PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC): 9 Januari  2025

  6. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG): 13 Januari 2025

  7. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): 13 Januari 2025

  8. PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT): 13 Januari 2025

  9. PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE): 10 Maret 2025

  10. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI): 10 Maret 2025

  11. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI): 25 Maret 2025

  12. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE): 14 April 2025

  13. PT Medela Potentia Tbk (MDLA): 15 April 2025

  14. PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH): 8 Mei 2025

  15. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR): 8 Juli 2025

  16. PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT): 8 Juli 2025

  17. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN): 9 Juli 2025

  18. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): 9 Juli 2025

  19. PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG): 10 Juli 2025

  20. PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI): 10 Juli 2025

  21. PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK): 10 Juli 2025

  22. PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI): 10 Juli 2025

  23. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): 23 September 2025

  24. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB): 6 November 2025

  25. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO): 8 Desember 2025

  26. PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA): 17 Desember 2025

Aktivitas IPO 2025 menunjukkan kinerja positif

Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja positif seiring optimisme menyambut tahun 2026. Dalam hal ini, tahun 2025 diramaikan oleh berbagai saham IPO yang sukses melantai di BEI.

Dilansir situs resmi BEI, jumlah perusahaan tercatat saham tahun 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun begitu, jumlah penghimpunan dana dari saham mengalami peningkatan sebesar 26,6 persen dan menunjukkan peningkatan kualitas IPO.

Total ada 17 saham dari daftar saham yang IPO di 2025 yang mencatatkan kenaikan harga. Bahkan, beberapa berhasil menembus harga IPO dan mencatatkan pertumbuhan mengesankan. 

Salah satunya adalah PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang melesat 3.470 persen dari harga IPO Rp100 menjadi Rp3.570 per saham. Selain COIN, ada PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) yang menunjukkan performa luar biasa.

Kinerja yang terbukti solid ini mencerminkan beberapa sektor diminati pasar, seperti investasi dan energi meski kondisi global tidak selalu stabil.

Di sisi lain, ada beberapa saham IPO 2025 yang mengalami koreksi. Mulai dari PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) dengan penurunan mencapai 40 persen. PT Cipta Sarana Media Tbk (DKHH), PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) juga mengalami koreksi.

Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua saham IPO memberikan keuntungan cepat sehingga strategi pemilihan saham penting untuk dipertimbangkan oleh investor.

Prospek performa saham IPO 2026

Ramainya aktivitas IPO 2025 mendorong optimisme di tahun 2026. Para analisis menilai aksi IPO pada 2026 diproyeksikan akan lebih semarak. Optimisme meningkat seiring stabilnya ekonomi dan penurunan suku bunga.

BEI menargetkan 50 perusahaan tercatat baru di tahun 2026. Target tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor pada emiten baru.

Dilansir situs Mirae Asset Sekuritas, pipeline IPO awal 2026 memperlihatkan antrean calon emiten dari berbagai sektor. Saham sektor keuangan diproyeksikan mendominasi saham IPO 2026, diikuti saham teknologi serta transportasi dan logistik.

Proses due-diligence dan standar pelaporan keuangan yang lebih diperketat di tahun 2026 membuat hanya emiten berkualitas yang bisa melantai. Tren ini menjadi sinyal positif bagi investor jangka panjang.

Demikian rangkuman daftar saham yang IPO di 2025 dan membuktikan pasar modal Indonesia tetap dinamis dan penuh peluang.

FAQ seputar saham IPO 2025

Apa saja saham IPO 2025 di Indonesia?

Total ada 26 perusahaan yang resmi melakukan penawaran saham perdana sepanjang tahun 2025 dan sukses melantai di BEI per 19 Desember 2025.

Bagaimana kinerja saham IPO 2025?

Sebagian besar saham IPO 2025 memperlihatkan kinerja positif, dengan sembilan di antaranya menguat di atas harga IPO dan mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Saham IPO apa yang mencatatkan kinerja luar biasa di tahun 2025?

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) merupakan salah satu saham IPO yang mencuri perhatian dengan lonjakan mencapai 3.470 persen dari harga IPO Rp100 menjadi Rp3.570 per saham.

Editorial Team