Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
EMAS Jadi Emiten Indonesia Pertama yang IPO di Hong Kong
Tambang Emas Pani jadi aset utama PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). (merdekacoppergold.com)
  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi menjadi emiten Indonesia pertama yang melakukan dual listing di Bursa Hong Kong.

  • Penawaran HDR EMAS sebanyak 89,7 juta unit seluruhnya berasal dari penjualan saham pemegang saham eksisting tanpa penerbitan saham baru.

  • Penawaran HDR menarik minat investor global besar seperti Glencore dan Trafigura, seiring pengembangan Tambang Emas Pani di Gorontalo.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mencatatkan sahamnya di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) melalui skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR). Aksi ini membuat EMAS menjadi emiten Indonesia pertama yang melakukan dual listing di bursa Hong Kong.

Pencatatan sekunder tersebut berlangsung pada Jumat (26/6) dengan kode saham 6228. HDR EMAS mulai diperdagangkan pada pukul 09.30 waktu Hong Kong atau 08.30 WIB, dengan harga penawaran 26,60 dolar Hong Kong per HDR dan satuan perdagangan 100 HDR per lot.

EMAS jadi emiten Indonesia pertama di HKEX

Merdeka Gold Resources (EMAS) menyelesaikan pencatatan sekunder di HKEX menggunakan instrumen HDR. Transaksi ini menjadi pencatatan HDR pertama di Hong Kong dalam lebih dari satu dekade serta dual listing pertama oleh perusahaan Indonesia dalam lebih dari dua dekade.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan pencatatan tersebut menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk memperluas akses investor global.

“Keberhasilan pencatatan di HKEX menjadi tonggak penting bagi Merdeka Gold Resources sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di pasar modal global. Transaksi ini juga membuka akses yang lebih luas bagi investor internasional untuk memperoleh eksposur terhadap salah satu aset pertumbuhan emas paling signifikan di Indonesia, sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani,” ujar Boyke dalam siaran pers, Jumat (26/6).

HDR adalah instrumen yang diperdagangkan di HKEX dan merepresentasikan kepemilikan manfaat atas saham biasa yang tercatat di bursa lain. Dalam kasus EMAS, setiap HDR mewakili kepemilikan manfaat atas saham biasa perseroan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Struktur penawaran HDR EMAS

Dalam aksi korporasi ini, EMAS menawarkan sebanyak 89,7 juta HDR kepada investor Hong Kong. Setiap HDR merepresentasikan 10 saham biasa perseroan.

Perseroan menjelaskan seluruh saham yang menjadi dasar penerbitan HDR berasal dari penjualan saham milik pemegang saham eksisting. Dengan demikian, tidak terdapat penerbitan saham baru maupun penambahan modal dari transaksi tersebut.

Underlying HDR seluruhnya berasal dari penjualan saham pemegang saham yang ada, sehingga perseroan tidak menerima hasil dana dari penawaran HDR tersebut,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (24/6).

PT Merdeka Copper Gold Tbk selaku pemegang saham pengendali juga tidak menjual saham dalam penawaran global tersebut. Transaksi ini tidak mengubah jumlah modal ditempatkan EMAS dan tidak menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang sudah ada.

Berdasarkan harga penawaran HDR, kapitalisasi pasar EMAS saat pencatatan di Hong Kong diperkirakan mencapai 44,4 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp101,2 triliun. Nilai tersebut berada di kisaran kapitalisasi pasar EMAS di BEI.

Investor global masuk ke penawaran EMAS

Penawaran HDR EMAS mendapat partisipasi dari sejumlah investor strategis dan investor keuangan internasional. Sekitar 50 persen dari total HDR yang ditawarkan telah diamankan oleh investor jangkar atau cornerstone investors.

Investor strategis yang berpartisipasi antara lain Wanguo Gold Group Limited, CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co. Limited, Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, serta Intera Mining Investment Limited yang dimiliki penuh oleh JCHX Mining Management Co Ltd.

Sementara investor keuangan mencakup Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.

Tingginya minat investor tersebut terjadi seiring pengembangan aset utama EMAS, yaitu Tambang Emas Pani di Gorontalo. Proyek ini disebut sebagai salah satu pengembangan tambang emas primer terbesar di Indonesia.

Tambang Emas Pani jadi aset utama EMAS

Merdeka Gold Resources adalah perusahaan tambang emas yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Merdeka Copper Gold Tbk dan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak September 2025.

Aset utama EMAS adalah Tambang Emas Pani yang memiliki sumber daya mineral sebesar 7 juta ounces emas dengan estimasi umur tambang sekitar 15 tahun. Kegiatan penambangan awal dimulai pada Oktober 2025, kemudian produksi emas perdana berlangsung pada Februari 2026 dan penjualan emas pertama dilakukan pada Maret 2026.

Operasional awal tambang didukung fasilitas heap leach dengan kapasitas awal 8 juta ton per tahun. Perseroan juga merencanakan pembangunan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Dengan pengembangan fasilitas tersebut, kapasitas pengolahan diproyeksikan meningkat hingga 12 juta ton per tahun pada 2029. Produksi puncak Tambang Emas Pani diperkirakan dapat mencapai sekitar 545 ribu ounce emas per tahun pada 2031.

FAQ seputar EMAS jadi emiten Indonesia pertama yang IPO di Hong Kong

Apa itu EMAS?

EMAS adalah kode saham PT Merdeka Gold Resources Tbk yang bergerak di sektor pertambangan emas.

Apa instrumen yang digunakan EMAS di Hong Kong?

EMAS menggunakan Hong Kong Depositary Receipts (HDR).

Apakah pencatatan HDR membuat saham EMAS terdilusi?

Tidak, karena transaksi menggunakan saham pemegang saham eksisting tanpa penerbitan saham baru.

Editorial Team

Related Article