Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
images (3).jpeg
Logo PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI). (Dok. Situs Web ASLI)

Jakarta, FORTUNE - Emiten konstruksi dan infrastruktur, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), resmi memiliki Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru, yakni PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM). Perusahaan konstruksi itu disebut terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad.

Status PSP itu didapat WKM setelah menyelesaikan proses pengambilalihan atas 3,92 miliar atau 62,72 persen saham ASLI. Transaksi akuisisi itu WKM lakukan melalui pasar negosiasi pada 19 Januari 2026. WKM membeli saham tersebut dari Sudjatmiko, pengendali saham perseroan sebelumnya.

"PT Wahana Konstruksi Mandiri juga akan memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka, termasuk namun tidak terbatas pada pelaksanaan tender wajib kepada pemegang saham minoritas," kata Direktur ASLI, Yudra Saputra dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/1).

Realisasi akuisisi saham tersebut lebih rendah dari pengumuman pada 28 November 2025. Saat itu, perseroang mengungkap, WKM berniat membeli saham ASLI dari Sudjatmiko sebanyak 4,34 miliar saham atau setara 69,52 persen modal ditempatkan dan disetor penuh pada ASLI.

Sebagai konteks, tujuan dan latar belakang pengambilalihan tersebut berkaitan dengan strategi pengembangan usaha WKM, yang juga berbisnis di bidang konstruksi seperti perseroan. Melalui akuisisi itu, kedua pihak mengharapkan kolaborasi positif.

WKM sendiri memiliki portofolio di segmen usaha konstruksi, yang mencakup pembangunan gedung seperti fasilitas industri, hunian, serta perkantoran. Di luar itu, WKM pun berpengalaman pada bidang konstruksi sipil, yang termasuk pembangunan jalan, jembatan, sistem drainase, hingga irigasi.

Contoh proyek mereka, di antaranya: pembangunan barak dan pos pengamanan perbatasan TNI, Kementerian Pertahanan RI pada 2024 dan 2025; pembangunan tangki CPKO PT Kodeco Agrojaya Mandiri pada 2023; pembangunan gedung Dekranasda Kotabaru pada 2024; pekerjaan workshop dan office plant Kalimantan Jhonlin Baratama, Kalimantan Selatan pada 2023; serta pembangunan jembatan KM 17 dan KM 51 Mantewe, Dinas Pekerjaan Umum pada 2022.

Editorial Team