Jakarta, FORTUNE - Royal FrieslandCampina N.V. dan PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ) mengumumkan kerja sama strategis, Jumat (18/9).
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, FrieslandCampina akan mengambil alih kepemilikan saham pengendali ULTJ. Status tersebut akan efektif berlaku setelah seluruh rangkaian transaksi selesai.
Dewan Anggota FrieslandCampina telah menyetujui rencana transaksi tersebut. "Penyelesaian transaksi masih memerlukan sejumlah persetujuan, termasuk persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Ultrajaya serta persetujuan dari otoritas berwenang di Indonesia," demikian pernyataan FrieslandCampina dalam keterangan resminya, Jumat.
Sejalan dengan itu, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) akan menjadi bagian dari Grup Ultrajaya. Langkah itu akan dilakukan dengan akuisisi melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue.
Untuk itu, perseroan berencana menerbitkan maksimal 7,87 miliar saham baru dari simpanan dengan nilai nominal Rp50 per saham, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp2.150. Dana dari aksi korporasi itu akan ULTJ gunakan untuk
Secara detail, berikut rencana penggunaan dana hasil PMHMETD ULTJ:
86,01 persen untuk akuisisi 100 persen saham FFI atau sejumlah 24.440 saham senilai hampir Rp14,57 triliun melalui rencana inbreng.
Sisanya dalam bentuk penyetoran tunai akan perseroan gunakan sebagai modal kerja.
Nantinya, Ultrajaya akan tetap menjadi perusahaan tercatat di Indonesia. Kantor pusat, jajaran kepemimpinan, dan operasional sehari-hari perseroan pun masih akan berbasis di Bandung. Sabana Prawirawidjaja, salah satu Co-Founder ULTJ, juga akan tetap menjadi Presiden Direktur Ultrajaya. Keluarga Prawirawidjaja juga masih terdaftar sebagai pemegang saham jangka panjang signifikan di perseroan.
ULTJ akan meminta restu pemegang saham melalui RUPSLB pada Selasa, 27 Oktober 2026. Hasil dari rapat itu akan diumumkan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Sebelum ini, rumor rencana kerja sama antara FrieslandCampina dan ULTJ sudah dilaporkan oleh DealStreetAsia pada Oktober 2025. Kendati demikian, saat itu laporan hanya menyebut bahwa kemitraan hanya akan melibatkan penjualan saham minoritas ULTJ kepada FrieslandCampina, bukan perubahan pengendali.
