Pasar Harap-Harap Cemas Menanti Keputusan Free Float MSCI

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah tertekan 1,92 persen dalam sepekan terakhir; membuatnya kembali ke level 9.800-an. Salah satu faktornya: pasar yang menantikan keputusan MSCI terkait aturan penghitungan free-float saham Indonesia dan hasil rebalancing Februari 2026.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengatakan, pergerakan indeks cenderung terbatas dan tertekan, seiring dengan pelemahan saham-saham konglomerasi jelang pengumuman rebalancing MSCI pada awal Februari. Selain itu, pada 30 Januari 2026, MSCI pun akan mengumumkan aturan baru metodologi penghitungan free-float MSCI Indonesia setelah melalui tahap konsultasi.
"Goldman Sachs memprediksi, jika aturan baru itu diterapkan, maka berpotensi dana asing keluar dari pasar keuangan dalam negeri mencapai US$2,3 miliar," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dalam risetnya, Selasa (27/1).
Ekonom dan Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee, memproyeksikan IHSG akan menghadapi volatilitas tinggi pada 2026. Dalam jangka pendek, langkah penyedia indeks MSCI memang sangat berpengaruh terhadap sikap pelaku pasar. Apalagi para investor asing.
Sebagai konteks, sejak akhir 2025, MSCI mengkaji rencana perubahan metodologi penghitungan free float saham-saham Indonesia. Dalam rencana itu, salah satu rencana MSCI adalah menghapus kepemilikan PT (Perseroan Terbatas) dalam penghitungan.
Hans Kwee menilai, rencana tersebut kurang tepat untuk dilakukan. Mengapa demikian? Menurutnya, itu karena PT semestinya masih termasuk dalam kategori investor publik karena bukan pengendali perusahaan tujuan investasi.
Apabila rencana penyesuaian metodologi itu dilakukan, maka yang akan terdampak justru saham-saham berkapitalisasi besar di pasar modal, seperti saham emiten bank raksasa dan blue chip lainnya. Bukan saham-saham konglomerasi, yang diprediksi justru akan lebih bertahan.
"Kami perkirakan, MSCI tidak akan melakukan perubahan mekanisme penghitungan free float Indonesia pada pengumuman di akhir Januari," katanya (23/1). "Mungkin ke depan, saham yang akan masuk ke sana [indeks MSCI], kriterianya akan ditambahkan."
Pada penutupan perdagangan Selasa, IHSG menguat 0,05 persen ke level 8.980,23.











