Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Petrosea (PTRO) Masuk Radar MSCI-FTSE, Bagaimana Prospeknya?

logo Petrosea
logo Petrosea (petrosea.com)

Jakarta, FORTUNE - Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) telah menguat 18,3 persen selama sebulan terakhir. Penguatan harga salah satu emiten afiliasi Prajogo Pangestu itu diproyeksi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Salah satu sentimen positif yang melingkupi PTRO adalah peluang masuk secara simultan ke 2 indeks global utama, MSCI dan FTSE, dalam kurun waktu berdekatan. "Jadwal yang sudah di depan mata membuat setup ini semakin kuat," demikian menurut tim analis Henan Putihrai Sekuritas dalam riset terbaru pada 13 Januari 2026, dikutip Rabu (14/1).

MSCI sendiri akan mengumumkan hasil evaluasi indeks pada 10 Februari 2026, sedangkan FTSE pada 20 Februari 2026. Momentum itu menciptakan fenomena double-catalyst window, yang mengacu pada fase saat saham tak hanya melonjak sesaat, tetapi juga mengalami perubahan struktural dari segi basis investor dan kerangka valuasi.

Senada dengan Henan Putihrai Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) juga melihat prospek kenaikan harga yang masih menarik dari PTRO. "Karena ada story transformasi binis dan potensi inflow jika memang masuk MSCI, dalam jangka memengah akan ada potensi re-rating dan konsolidasi akuisisi di 2025," kata Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Wisnubroto kepada Fortune Indonesia (14/1).

Nantinya, jika PTRO memang masuk ke dalam kedua indeks tersebut setelah kocok ulang, maka ada potensi arus masuk dari para investor institusi seperti dana pasif, ETF, dan fund manager benchmark-aware yang mesti menyesuaikan portofolionya.

Dalam catatan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), arus dana asing yang masuk ke PTRO berjumlah Rp426,5 miliar pada pekan pertama Januari 2026, naik 7,6 persen dari pekan sebelumnya. Itu setara dengan 22,4 persen dari jumlah modal asing yang masuk ke pasar modal Indonesia pada minggu pertama Januari (Rp1,9 triliun).

"Lima perusahaan teratas dengan arus masuk dana yang konsisten [pada awal Januari] adalah ANTM, ASII, PTRO, INCO, dan MDKA," demikian catatan Chief Economist and Head of Fixed Income Research BRIDS, Helmy Kristanto dalam risetnya.

Sementara itu, tim riset Henan Putihrai Sekuritas memproyeksikan, berdasarkan simulasi bobot dan Asset Under Management (AUM) indeks terkait, kombinasi dari inklusi ke MSCI dan FTSE sekalis dapat memicu masuknya dana lebih dari US$300 juta ke PTRO. Jika proyeksi itu terealisasi, maka itu akan memperluas basis investor global, menambah likuiditas dan kedalaman pasar, serta membuat harga saham lebih elastis terhadap dana masuk.

Secara historis, Henan Putihrai Sekuritas mencatat, saham yang mendekati inklusi MSCI Standard hampir selalu mengalami re-rating sebelum pengumuman resmi, karena investor global tidak menunggu konfirmasi, mereka melakukan pre-positioning.

"Polanya konsisten. Harga saham biasanya bergerak ke 10-15 persen di atas ambang batas kelayakan MSCI. Dalam kasus PTRO, threshold tersebut berada di sekitar Rp13.050," jelas tim Henan Putihrai Sekuritas.

Secara mekanis, harga PTRO diproyeksi menguat ke kisaran Rp14.350-Rp15.000 jika arus dana berbasis indeks benar-benar masuk ke saham tersebut. Atas dasar itu, Henan Putihrai Sekuritas merevisi naik target harga PTRO sebesar 22,13 persen dari Rp13.100 (Desember 2025) menjadi Rp16.000 (13 Januari 2026). Itu mengimplikasikan nilai wajar berbasis likuiditas global dan forced demand, bukan hanya didorong kelipatan laba saat ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Petrosea (PTRO) Masuk Radar MSCI-FTSE, Bagaimana Prospeknya?

14 Jan 2026, 18:45 WIBMarket