Tekanan paling signifikan terjadi pada saham-saham konglomerat dan emiten berkapitalisasi besar yang selama ini lekat dengan narasi indeks global.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok hingga ARB 14,53 persen ke level Rp294 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp397 miliar.
Saham Grup Bakrie lainnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), merosot 10,45 persen ke Rp600 per saham setelah sempat menyentuh batas ARB. Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) juga terkunci ARB 15 persen ke Rp1.105 per saham.
Tekanan serupa dialami saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 10,04 persen serta saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang jatuh hingga ARB 14,97 persen.
Dari Grup Barito, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 14,87 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 14,44 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 9,21 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 8,15 persen, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 8,93 persen.
Saham emiten milik Happy Hapsoro juga tertekan. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sama-sama terkunci ARB masing-masing 15 persen dan 14,81 persen. Saham PT Pakuan Tbk (UANG) turun 14,69 persen, sementara PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melemah 8,50 persen.
Saham properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turut jatuh hingga ARB 14,89 persen.