Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor untuk tidak panik menghadapi pelemahan IHSG yang memicu trading halt selama dua hari berturut-turut.
Purbaya menilai tekanan pasar saat ini merupakan reaksi sementara terhadap isu indeks global, khususnya terkait MSCI, dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi nasional.
“Ini jelas shock sementara karena fundamental kita gak masalah. Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan,” ujar Purbaya di Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis (29/1).
Ia juga menyampaikan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar dinilai masih memiliki daya tahan, sementara pelemahan tajam banyak terjadi pada saham yang sebelumnya mengalami kenaikan tinggi.
“Kalau ada yang takut, lari aja ke situ,” kata dia.
Purbaya menambahkan, pemerintah tengah melakukan pembenahan struktural untuk memperkuat fondasi fiskal, termasuk perombakan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta rencana perbaikan di Direktorat Jenderal Pajak.
“Jadi income kita akan makin bagus harusnya, sehingga fondasi fiskal kita gak masalah lagi. Jadi gak usah takut,” ujarnya.
Terkait kekhawatiran MSCI mengenai transparansi dan struktur pasar, Purbaya menyerahkan aspek teknis perbaikannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemerintah dan otoritas pasar modal dijadwalkan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada pelaku pasar guna meredam kekhawatiran investor.
Mengapa IHSG kembali anjlok hari ini? | IHSG tertekan oleh tekanan jual yang masih berlanjut di tengah sentimen negatif pasar. |
Apa alasan BEI kembali memberlakukan trading halt? | Trading halt diterapkan karena IHSG turun hingga 8 persen dalam satu hari perdagangan. |
Bagaimana respons pemerintah terhadap kondisi pasar? | Pemerintah meminta investor tetap tenang dan menilai pelemahan tidak mencerminkan fundamental ekonomi. |