Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami penguatan secara teknikal pada Selasa (15/9).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan, IHSG membentuk dragonfly doji setelah sempat menguji support6.390 dan bertahan di atas MA20 6.545. Itu mengindikasikan potensi technical rebound tapi momentum masih terbatas seiring bearish crossover MACD.
"IHSG berpeluang menguji kembali 6.585-6.605 sebagai resisten terdekat sekaligus area penutupan gap. Semenara 6.390 menjadi support utama dan 6.220 sebagai support berikutnya," kata Reza.
Kemarin, IHSG berakhir melemah tipis 0,10 perssen ke 6.534,69, setelah sempat tertekan hingga 6.371,40 (-2,6%) sebelum rebound menjelang penutupan menyusul respons positif pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan menjadi Suahasil Nazara. Namun, investor asing masih mencatatkan net sell Rp330 miliar di pasar reguler. Penguatan terutama ditopang sektor keuangan (+0,55 persen), dengan BBCA naik 2,77 persen.
Sentimen pasar selanjutnya akan tertuju pada langkah dan kebijakan awal Menteri Keuangan baru, khususnya terkait arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara. Di sisi eksternal, perhatian juga mengarah pada FOMC 16–17 September, dengan 85 persen konsensus ekonom memperkirakan kenaikan Fed Rate 25 bps, sementara market pricing telah berada di kisaran 87–88 persen.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah UNTR, COCO, dan BBNI.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menilai, secara teknikal, meskipun mengalami koreksi wajar, pergerakan IHSG sebenarnya masih membentuk struktur bullish setelah berhasil rebound dari “wave (iv)” dengan membentuk pola dragonfly doji candle. Berdasarkan indikator, MA20&60 berada dalam kondisi bullish crossover, sementara Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal negatif.
"Namun demikian, volume mulai mengalami penaikan. IHSG pada Selasa ini diproyeksikan cenderung variatif dan tidak menutup kemungkinan terhadap potensi rebound," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji.
Nafan mengatakan, untuk Indonesia, perhatian investor sebaiknya diarahkan pada tiga variabel utama, yakni harga minyak dunia, arah yield US Treasury dan dolar AS, serta respons kebijakan pemerintah maupun Bank Indonesia. Apabila eskalasi geopolitik mulai mereda sehingga harga minyak turun dan yield global kembali stabil, bahkan fundamental domestik mampu memberikan penyangga, maka tekanan terhadap IHSG berpeluang mereda.
Dari sisi domestik, respons awal pasar terhadap pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan cenderung positif, meskipun masih bersifat jangka pendek dan belum sepenuhnya menghapus ketidakpastian. Nafan menilai, rebound IHSG setelah sempat terkoreksi cukup dalam menunjukkan bahwa para pelaku pasar mulai melihat pergantian tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas dan memulihkan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal.
Ia menambahkan, apalagi Suahasil merupakan figur teknokrat yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan. Market akan mencermati sejauh mana Menkeu baru mampu menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, stabilitas rupiah, serta konsistensi komunikasi kebijakan pemerintah.
"Dengan demikian, respons positif hari kemarin dapat dibaca sebagai sinyal awal meredanya ketidakpastian, tetapi investor masih membutuhkan bukti melalui implementasi kebijakan ke depan," kata Nafan.
Dalam jangka menengah, reshuffle tersebut berpotensi menjadi salah satu katalis positif bagi IHSG apabila mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan kesinambungan kebijakan ekonomi Indonesia. Kuncinya adalah bagaimana Suahasil menjaga kredibilitas fiskal, memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas sektor keuangan, serta memberikan kepastian mengenai arah kebijakan APBN dan pembiayaan pemerintah.
Menurut Nafan, jika kepercayaan investor meningkat, maka peluang terjadinya capital inflow dan rerating terhadap aset domestik, termasuk saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor finansial, akan semakin terbuka. Namun, reshuffle itu bukan satu-satunya faktor penentu IHSG karena pasar tetap akan dipengaruhi oleh sentimen global, arah suku bunga AS, pergerakan rupiah, arus dana asing, fundamental emiten, dan perkembangan geopolitik.
"Oleh karena itu, respons positif market pada saat itu lebih tepat dipandang sebagai early signal dan belum dapat menjadi konfirmasi terbentuknya tren struktur bullish IHSG secara berkelanjutan," kata Nafan.
Daftar saham pilihan Mirae Asset hari ini adalah BRMS, COCO, dan CUAN.
