IHSG Rebound Usai Suahasil Jadi Menkeu, Pertanda Pasar Lega?

- Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. IHSG yang sempat turun 2,31 persen ke 6.390 berbalik naik ke 6.534,69.
- Analis menilai rebound terjadi karena ketidakpastian berkurang: Suahasil dikenal sebagai figur internal Kemenkeu berpengalaman, memahami APBN dan birokrasi fiskal, serta dipandang mendukung kesinambungan kebijakan.
- Pemulihan IHSG dinilai masih relief rally, bukan katalis reli. Pasar akan mencermati kebijakan fiskal perdana Suahasil, arah defisit APBN, prioritas belanja, serta pergerakan rupiah dan yield SBN.
Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Prubaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9) sore. Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung mengalami rebound atau pembalikan arah.
Sebelumnya, pada akhir perdagangan sesi I atau Senin siang, IHSG ditutup melemah 2,31 persen ke 6.390. Dikutip dari IDX Mobile, koreksi IHSG yang awalnya sempat menyentuh level 6.371,4 pada Senin sekitar pukul 15.00, pulih ke level 6.534,69 per pukul 16.14 WIB. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan, pembalikan arah IHSG itu baru bersifat relief rally atau sementara.
"Karena tail risk mengecil. Penggantinya [Purbaya] bukan politisi atau figur yang sama sekali asing bagi pasar, melainkan insider Kementerian Keuangan yang paham APBN dan mesin birokrasi fiskal," kata Liza kepada Fortune Indonesia, Senin sore. "Pasar mengapresiasi harapan akan 'continuity & fiscal credibility', yang akan dihadapkan dengan agenda belanja Prabowo sebagai ujian pertamanya."
Suahasil sendiri menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sejak dilantik pada 21 Oktober 2024. Kariernya dimulai sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia sejak 1999. Ia meraih gelar Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi pada 2009.
Sebelumnya, ia juga mendampingi Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju. Posisi Suahasil saat itu adalah Wakil Menteri Keuangan.
Liza menilai, terdapat persepsi bahwa pasar berekspektasi pengganti Purbaya merupakan yang sealiran dengan Sri Mulyani, figur yang erat dengan aspek disiplin fiskal dan dinilai piawai mengatur anggaran pemerintahan.
"Terlebih lagi, di bawah 'binaan' Sri Mulyani, diharapkan komunikasi kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi. Tapi ini tidak menjamin pasar sudah yakin Suahasil akan jadi 'SMI 2.0'," kata Liza.
Sementara itu, Managing Director of Research Division Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, mengatakan, untuk membantu memulihkan kepercayaan pasar dan menstabilkan manajemen makro-fiskal, Prabowo akhirnya membuat keputusan untuk menunjuk Suahasil Nazara, seorang ahli fiskal internal berpengalaman.
"Di tengah meningkatnya friksi terkait target pendapatan, pelaksanaan anggaran negara, dan koordinasi kebijakan—termasuk perdebatan mengenai transfer dana negara dan kontribusi dari Danantara," katanya.
Pengurangan risiko, bukan katalis reli IHSG

Suahasil Nazara, Menteri Keuangan pengganti Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok. Kemenkeu) Selaras dengan itu, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menyebut, reaksi pasar sore ini terhadap kabar pergantian beberapa nama di kabinet menunjukkan pola klasik 'sell the rumor, relief on clarity'. Itu menunjukkan bahwa yang pasar takutkan bukanlah pergantiannya, melainkan ketidakpastian tentang siapa penggantinya dan arah kebijakan fiskal ke depan.
Menurutnya, Suahasil adalah figur keberlanjutan kebijakan, bukan pembaru. Latar belakangnya dinilai sejalan dengan yang diharapkan pasar di tengah ketidakpastian. Ini sama seperti saat Destry Damayanti dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BEI), menggantikan Perry Warjiyo yang sebelumnya mengundurkan diri.
"Kontinuitas kebijakan fiskal lebih bernilai daripada eksperimen kebijakan baru menjelang MSCI November," kata Wafi.
Ia juga menambahkan konteks, saat Purbaya dilantik menggantikan Sri Mulyani, IHSG turun 1,28 persen. Pada perdagangan hari ini, IHSG terkoreksi bahkan sempat mencapai minus 2,5 persen, tapi pemulihannya lebih cepat. Profil Suahasil yang sudah dikenal pasar dinilai berperan besar terhadap rebound IHSG sore ini.
"Implikasi ke depan: dua posisi kunci ekonomi [BI dan Kemenkeu] kini diisi figur keberlanjutan dengan rekam jejak institusional. Ini benar-benar positif untuk kredibilitas kebijakan di mata investor asing, terutama menjelang MSCI November. Ini pengurangan risiko bukan katalis reli," kata Wafi.
Ke depan, yang perlu dicermati adalah pernyataan kebijakan pertama Suahasil tentang arah fiskal dan defisit APBN, konsistensi program yang sudah berjalan (seperti MBG dan Kopdes), dan apakah terdapat rencana perubahan prioritas belanja.
"Rupiah dan yield SBN besok jadi barometer paling nyata apakah pasar approve atau masih wait and see," ujar Wafi.











