Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Berpeluang Tembus 6.450, Saham Apa yang Bisa Dipantau?
IHSG saat menembus level 9.000, Rabu (14/1).
  • IHSG diproyeksikan menguat setelah naik 1,69 persen ke 6.373,85; jika menembus resistensi 6.385, target berikutnya 6.450, dengan support 6.240–6.190.
  • Sentimen pasar dipengaruhi inflasi AS Juli 2026 yang melandai ke 3,4 persen, net foreign buy Rp482,79 miliar, serta hasil evaluasi indeks MSCI.
  • MSCI menurunkan CPIN ke Small Cap dan mengeluarkan GOTO dari Global Standard; analis menyoroti WIFI, ENRG, CPIN, HRTA, CDIA, serta DSSA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat pada perdagangan Kamis (13/8), setelah ditutup naik 1,69 persen ke 6.373,85.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG berhasil mengalami solid rebound dari MA20. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, dan RSI berpotensi membentuk pola golden cross. Bahkan MA20&60 telah membentuk pola golden cross.

"Pergerakan IHSG akan dipengaruhi respon pasar terhadap rilis resmi pengumuman MSCI August 2026 Index Review menjadi sentimen penahan utama, meskipun diredam oleh sentimen positif melandainya inflasi AS (US CPI). Bahkan telah terjadi Daily Net Foreign Buy sebesar Rp482,79 miliar pada perdagangan kemarin," kata Nafan dalam risetnya.

Dari global, Bursa Wall Street mengalami penguatan dipicu rilis data US CPI periode Juli 2026 sebesar 3,4 persen (YoY) sesuai ekspektasi konsensus. Angka inflasi yang melandai ini memicu para trader dan investor untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan dari The Fed. Bahkan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada September 2026 naik menjadi 62 persen dari 54 persen setelah US CPI dirilis.

Kemudian hasil MSCI August 2026 Index Review akhirnya dirilis dimana tidak terdapat penambahan konstituen ke Global Standard Index maupun Small Cap Index selain migrasi atau penurunan CPIN dari Global Standard Index ke Small Cap Index. Artinya CPIN dan GOTO telah keluar dari MSCI Global Standard.

Sementara terdapat 9 emiten yang dihapus dari indeks Small Cap, yakni ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, TCPI. Tanggal efektif hasil evaluasi indeks itu berlaku pada 1 September 2026. Penyebab penghapusan dapat berkaitan dengan ukuran, free float, likuiditias, investability, atau parameter metodologi MSCI lainnya, bukan semata-mata karena fundamental perusahaan.

Kembali ke CPIN yang hanya turun kelas dari Global Standard Index ke Small Cap Index, maka secara mekanisme, CPIN masih berada dalam cakupan MSCI dan tetap berpotensi mendapat aliran dana pasif dari investor yang mengandalkan benchmark terhadap MSCI Small Cap Index, meskipun secara nominal umumnya jauh lebih kecil dibandingkan Global Standard.

"Di sisi lain, tidak terdapat perubahan pada daftar negara Emerging Markets yang saat ini termasuk dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index sebagai hasil dari review ini. Dengan demikian, maka Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Markets," catat Nafan.

Saham-saham yang ia soroti hari ini adalah WIFI, ENRG, dan CPIN.

Senada, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Indonesia (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, penguatan IHSG kemarin utamanya dipengaruhi antisipasi pasar terhadap pengumuman MSCI August Index Review. Ekspektasi tidak adanya kejutan negatif mendorong bargain hunting dan pre-positioning investor, terutama pada saham Grup Barito seperti BREN, BRPT, CUAN dan PTRO.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. "Secara teknikal, IHSG kembali mendekati resisten 6.385. Jika mampu breakout, target berikutnya berada di 6.450, dengan support di 6.240–6.190," kata Reza dalam risetnya.

Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah HRTA, CDIA, dan DSSA.

Editorial Team

Related Article