- AGAR: 99,32 persen
- ALKA: 98,21 persen
- BKDP: 95,45 persen
Tiga Saham Masuk HSC per Agustus 2026, Total Jadi 54 Emiten

BEI menambahkan AGAR, ALKA, dan BKDP ke daftar High Shareholding Concentration pada 4–5 Agustus 2026, sehingga totalnya mencapai 54 emiten per 11 Agustus.
Konsentrasi kepemilikan agregat ketiga saham baru sangat tinggi: AGAR 99,32 persen, ALKA 98,21 persen, dan BKDP 95,45 persen.
DSSA mengalihkan 9,63 miliar saham treasuri, sementara BREN mengalami penjualan saham oleh pemegang saham utama untuk menambah saham beredar di publik.
Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) menambahkan tiga saham baru ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) pada awal Agustus 2026. Ketiganya adalah PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), dan PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP).
Dengan tambahan tersebut, jumlah saham dalam daftar HSC BEI per 11 Agustus 2026 mencapai 54 emiten. Sebelum itu, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) menjadi satu-satunya saham yang keluar dari daftar sejak HSC diperkenalkan pada April 2026.
Table of Content
AGAR, ALKA, dan BKDP masuk daftar HSC BEI
AGAR dan ALKA masuk daftar HSC pada 4 Agustus 2026, kemudian disusul BKDP pada 5 Agustus 2026. Ketiga saham tersebut memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan agregat yang tinggi, yakni:
Persentase tersebut menunjukkan konsentrasi kepemilikan agregat saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat. Masuknya ketiga saham tersebut menambah daftar emiten yang berstatus HSC sejak BEI memperkenalkannya pada April 2026. Sejauh ini, baru satu saham yang telah keluar dari daftar HSC, yakni PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) pada 2 Juli 2026.
Daftar lengkap 54 saham HSC
Sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar besar masih tercatat dalam HSC. Beberapa di antaranya adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR).
Berikut daftar saham yang tercatat dalam HSC BEI per Selasa (11/8), diurutkan berdasarkan kode saham:
- AGAR — PT Asia Sejahtera Mina Tbk
- AGII — PT Samator Indo Gas Tbk
- ALII — PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
- ALKA — PT Alakasa Industrindo Tbk
- BBHI — PT Allo Bank Indonesia Tbk
- BBSI — PT Krom Bank Indonesia Tbk
- BELI — PT Global Digital Niaga Tbk
- BINA — PT Bank Ina Perdana Tbk
- BKDP — PT Bukit Darmo Property Tbk
- BNII — PT Bank Maybank Indonesia Tbk
- BNLI — PT Bank Permata Tbk
- BREN — PT Barito Renewables Energy Tbk
- BTPN — PT Bank SMBC Indonesia Tbk
- BYAN — PT Bayan Resources Tbk
- CMNP — PT Citra Marga Nushpala Persada Tbk
- CMNT — PT Cemindo Gemilang Tbk
- DCII — PT DCI Indonesia Tbk
- DGWG — PT Delta Giri Wacana Tbk
- DNET — PT Indoritel Makmur Internasional Tbk
- DSSA — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
- ELPI — PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
- FAPA — PT FAP Agri Tbk
- FILM — PT MD Entertainment Tbk
- FITT — PT Hotel Fitra International Tbk
- GEMS — PT Golden Energy Mines Tbk
- HATM — PT Habco Trans Maritima Tbk
- IFSH — PT Ifishdeco Tbk
- KING — PT Hoffmen Cleanindo Tbk
- KONI — PT Perdana Bangun Pusaka Tbk
- LIFE — PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
- MCOL — PT Prima Andalan Mandiri Tbk
- MEGA — PT Bank Mega Tbk
- MGLV — PT Panca Anugrah Wisesa Tbk
- MGRO — PT Mahkota Group Tbk
- MKPI — PT Metropolitan Kentjana Tbk
- MLPT — PT Multipolar Technology Tbk
- MORA — PT Ekamas Mora Republik Tbk
- MPRO — PT Maha Properti Indonesia Tbk
- PGUN — PT Pradiksi Gunatama Tbk
- POLU — PT Golden Flower Tbk
- PRAY — PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
- RISE — PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk
- RLCO — PT Abadi Lestari Indonesia Tbk
- ROCK — PT Rockfields Properti Indonesia Tbk
- SATU — PT Kota Satu Properti Tbk
- SILO — PT Siloam International Hospitals Tbk
- SMAR — PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
- SOHO — PT Soho Global Health Tbk
- SOTS — PT Satria Mega Kencana Tbk
- SRAJ — PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
- STTP — PT Siantar Top Tbk
- TCPI — PT Transcoal Pacific Tbk
- WBSA — PT BSA Logistics Indonesia Tbk
- YUPI — PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk.
DSSA dan BREN berupaya menambah likuiditas saham
BREN dan DSSA berusaha meningkatkan jumlah saham yang beredar di publik. DSSA menempuh langkah tersebut dengan mengalihkan 9,63 miliar saham treasuri ke pasar. Pengalihan ini sekaligus dilakukan untuk memenuhi ketentuan OJK terkait kewajiban emiten mengalihkan saham hasil buyback dalam jangka waktu yang ditentukan.
Sementara itu, BREN lebih dahulu berupaya memperbesar free float melalui penjualan sebagian saham milik pemegang saham utama. Setelah BREN masuk daftar HSC pada April 2026, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang dikendalikan Prajogo Pangestu, melepas sekitar 38,4 juta saham BREN pada 20 April 2026.
Transaksi tersebut mencapai Rp251,39 miliar dengan harga rata-rata Rp6.546 per saham. Setelah transaksi, porsi kepemilikan BRPT di BREN berkurang menjadi sekitar 64,63 persen.
Upaya serupa sebelumnya dilakukan Green Era Energy Pte. Ltd., afiliasi bisnis Prajogo Pangestu. Green Era melepas 350 juta saham BREN pada 6 April 2026 dengan harga Rp4.510 per saham atau senilai sekitar Rp1,57 triliun.
Langkah DSSA dan BREN tersebut menunjukkan upaya emiten dan pemegang sahamnya untuk menambah pasokan saham di pasar. Dengan lebih banyak saham tersedia untuk diperdagangkan publik, likuiditas saham berpotensi meningkat.
FAQ seputar tiga saham masuk HSC
Apa saja tiga saham baru yang masuk HSC? Tiga saham baru tersebut adalah AGAR, ALKA, dan BKDP.
Kapan AGAR dan ALKA masuk HSC? AGAR dan ALKA masuk daftar HSC pada 4 Agustus 2026.
Kapan BKDP masuk HSC? BKDP masuk daftar HSC pada 5 Agustus 2026.
Saham apa yang keluar dari HSC? LUCY dicabut dari daftar HSC pada 2 Juli 2026.







