Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Dibayangi MSCI dan Net Sell Asing, Risiko Koreksi Mengintai
Grafik IHSG
  • IHSG diproyeksikan bergerak volatil dan terbatas setelah turun 0,12 persen mingguan ke 6.518,12, dibayangi rebalancing MSCI serta net sell asing Rp1,31 triliun.
  • Pasar mencermati inflasi Agustus, PMI manufaktur, dan neraca perdagangan Juli; inflasi dalam target BI serta PMI ekspansif menopang sentimen, sementara defisit perdagangan berisiko menekan rupiah.
  • IHSG berpeluang menguji 6.551 jika bertahan di atas EMA10 6.357, tetapi bila menembus support 6.454, indeks berpotensi terkoreksi ke 6.385-6.377.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak volatil cenderung terbatas pada Senin (31/8), setelah ditutup turun 0,12 persen secara mingguan ke level 6.518,12.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, laju IHSG masih terbatas seiring meningkatnya aktivitas rebalancing MSCI. Tekanan teknikal berpotensi memuncak menjelang penutupan 31 Agustus, serta saham-saham yang keluar dari indeks Small Cap.

"Namun, karena sebagian besar sentimen sudah priced-in sejak pengumuman 13 Agustus, tekanan diperkirakan mulai mereda setelah rebalancing efektif," kata Reza dalam riset hariannya.

Dari sisi makro, pasar akan mencermati inflasi Agustus dengan konsensus 3,13 persen (YoY), core inflation 2,80 persen, PMI manufaktur 50,5, serta neraca perdagangan Juli yang diperkirakan defisit US$600 juta. Inflasi yang masih dalam target BI dan PMI yang tetap ekspansif menjadi penopang sentimen pasar.

Kendati demikian, pelemahan neraca perdagangan berpotensi menambah tekanan pada rupiah dan ruang kebijakan BI.

Daftar saham yang disoroti tim BRIDS hari ini adalah BBNI, BFIN, dan VKTR.

Pekan lalu, pergerakan masih dibayangi sikap wait and see terhadap arah kebijakan The Fed, sentimen politik domestik, serta rebalancing MSCI yang efektif akhir Agustus. Investor asing juga mencatatkan net sell Rp1,31 triliun di pasar reguler, sehingga aliran modal asing masih menjadi faktor penahan penguatan.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas menilai, selama IHSG mampu bertahan di atas EMA10 di area 6.357, maka peluang penguatan masih terbuka untuk kembali menguji resisten 6.551, sebelum melanjutkan kenaikan menuju 6.635 dan 6.733 atau menutup area gap.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan IHSG menembus level support 6.454, indeks bisa terkoreksi menuju 6.385-6.377 sebagai support kuatnya.

Saham-saham yang disoroti Kiwoom Sekuritas hari ini adalah ACES, ANTM, BBCA, dan CBDK.

Editorial Team

Related Article