Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah lagi pada Selasa (22/9), setelah ditutup terkoreksi 0,88 persen ke 6.384,73 pada Senin (21/9).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG telah breakdown dari pola rising wedge dan kembali berada di bawah MA20 6.410, sementara MACD masih menunjukkan bearish crossover dengan histogram negatif yang melebar.
Reza menilai, IHSG berpotensi menguji support 6.200–6.180. "Sehingga investor perlu menunggu momentum dan reaksi harga di area tersebut sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya," katanya.
Sentimen pekan ini akan tertuju pada RDG Bank Indonesia 22–23 September, khususnya respons BI terhadap tekanan rupiah dan kenaikan yield global, dengan ekspektasi pasar masih mengarah pada hold BI Rate 5,75 persen dan optimalisasi intervensi valas. Selain itu, investor akan mencermati pergerakan harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, kebijakan Cina, serta pertemuan Trump–Xi yang berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan global dan komoditas.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah BIPI, IRSX, dan GDST.
Kemarin, IHSG sempat menguat ke 6.451,33 namun kembali melemah hingga mendekati level terendah harian. Tekanan terutama berasal dari sektor energi (-2,2 persen) dan utilitas (-1,9 persen), dengan BYAN, BMRI, TLKM, BBRI, dan BREN menjadi beberapa pemberat utama. Sentimen risk-off masih dipengaruhi harga minyak sekitar US$100 per barel dan UST 10Y yang bertahan dekat 5 persen pasca hawkish The Fed.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas mengatakan, secara teknikal, IHSG kembali mengalami koreksi dan ditutup di level 6.384,73, berada di bawah EMA10 dan EMA20, serta telah menembus ke bawah Fibonacci retracement 38,2 persen di 6.451,53. IHSG juga masih berada di bawah EMA50 (6.430,20), sehingga tekanan koreksi mulai mengindikasikan pelemahan tren menengah.
"Posisi tersebut menunjukkan momentum jangka pendek cenderung bearish, dengan area 6.377–6.384 menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan," kata Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia.
RSI (14) turun ke 42,64, kembali berada di bawah level 50, yang menunjukkan momentum bullish semakin melemah. Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290 (FR 61,8 persen).
Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.430–6.452, dilanjutkan 6.486–6.493 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.552–6.590.
Daftar saham pilihan tim riset Kiwoom Sekuritas hari ini adalah BULL, IMPC, MAPA, dan NCKL.
