Kejatuhan bursa saham Indonesia pada Selasa (18/3) merupakan yang terdalam selama lebih dari satu dekade. Hal ini menyebabkan penghentian perdagangan untuk pertama kali sejak pandemi COVID-19.
Indo Premier Sekuritas mencatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat itu merosot sebanyak 7,1 persen yang merupakan penurunan intraday terbesar sejak September 2011. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG mencatat penurunan terparah nomor satu di Asia.
Saham DCI Indonesia (DCII) yang bergerak dalam penyediaan layanan pusat data dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatatkan penurunan terbesar hingga 20 persen.
Merespons hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan saham atau trading halt pada pukul 11.19 WIB usai IHSG mengalami penurunan yang menyentuh 5 persen.