Pemerintah Indonesia menyatakan terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Salah satunya melalui pembentukan Kanal Debottlenecking guna menyelesaikan hambatan investasi secara langsung di lapangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah fokus menyelesaikan persoalan riil yang dihadapi investor, bukan sekadar pembenahan regulasi di atas kertas.
“Kami melakukan sidang mingguan berdasarkan laporan dari pelaku usaha yang menghadapi hambatan. Pendekatan ini lebih cepat dan memberikan hasil yang lebih baik karena kami menangani masalah nyata,” ujar Purbaya pada seminar internasional “Debottlenecking Channel” di Jakarta, Selasa (12/5).
Pemerintah juga membentuk Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi melalui Keppres Nomor 4 Tahun 2026.
Hingga Mei 2026, satgas tersebut mencatat 142 laporan hambatan investasi dan menyelesaikan 45 kasus. Dalam enam bulan terakhir, pemerintah menyebut nilai investasi yang berhasil diamankan mencapai sekitar 25 miliar hingga 30 miliar dolar AS.
Selain itu, pemerintah menyiapkan sejumlah insentif untuk mendukung sektor strategis seperti kendaraan listrik, hilirisasi industri, dan revitalisasi manufaktur nasional.
Apa saja faktor yang memengaruhi iklim investasi? | Faktornya meliputi kepastian hukum, stabilitas politik, infrastruktur, perpajakan, dan efisiensi birokrasi. |
Mengapa kepastian hukum penting bagi investor? | Kepastian hukum membantu investor meminimalkan risiko bisnis dan meningkatkan prediktabilitas usaha. |
Apa contoh isu iklim investasi di Indonesia? | Salah satunya keluhan investor asing terkait kebijakan pajak, regulasi ekspor, dan transparansi penegakan hukum. |
Apa saja jenis investasi iklim? | Sektor-sektor utama untuk peluang investasi iklim meliputi energi terbarukan, efisiensi energi, transportasi berkelanjutan, dan sebagainya |
Apa yang dimaksud dengan investasi? | Investasi adalah kegiatan menanamkan modal, baik berupa uang maupun aset lainnya, ke dalam suatu instrumen dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. |