- 51-60 tahun: Rp294,54 triliun (C-BEST), Rp50,95 triliun (S-INVEST)
- > 60 tahun: Rp826,84 triliun (C-BEST), Rp90,49 triliun (S-INVEST)
Ini Perbedaan Karakteristik Investor Gen Z dan 'Old Money'

- Investor Gen Z mengombinasikan analisis fundamental untuk memilih saham dan teknikal untuk menentukan waktu beli-jual, sehingga cenderung aktif bertransaksi dalam jangka pendek.
- Transaksi harian Mandiri Sekuritas banyak digerakkan investor muda; per akhir Agustus 2026, investor di bawah 30 tahun mencakup 55,25 persen dari total investor KSEI.
- Meski jumlahnya lebih sedikit, investor generasi tua mendominasi nilai aset dan berorientasi jangka panjang, dengan fokus fundamental serta pendapatan kupon dari instrumen seperti SBN.
Jakarta, FORTUNE - Bagaimana perbedaan karakteristik investor generasi Z dan para 'old money' dalam melakukan transaksi di pasar saham?
Literacy and Education Mandiri Sekuritas, Norman Yudha Aditya Andreswara, mengatakan, generasi Z tidak lagi hanya mengandalkan satu metode analisis investasi. Mereka cenderung mengombinasikan analisis teknikal dan fundamental.
"Generasi-generasi muda sekarang memfilter sahamnya dengan fundamental, misalnya mencari perusahaan yang profit, setelah ketemu, tapi waktu pembelian dan penjualannya mereka pakai analisis teknikal," kata Norman dalam edukasi tentang Analisis Fundamental Saham dengan Mandiri Sekuritas, Rabu (23/9).
Oleh karena itu, aksi jual dan beli investor generasi tersebut tidak lagi menunggu 2 sampai dengan 3 tahun ke depan. Jika dalam sebulan sudah muncul sinyal untuk menjual, maka mereka akan melakukannya.
"Karena itu, transaksi harian [Mandiri Sekuritas] digerakan oleh generasi Z, anak-anak muda ini," ujar Norman.
Kendati demikian, dari segi nilai transaksi, investor 'old money' masih lebih mendominasi.
Hal itu juga sesuai dengan data investor KSEI per akhir Agustus 2026, yang melaporkan bahwa jumlah investor di bawah 30 tahun berjumlah 55,25 persen. Jauh melampaui investor berusia 51-60 tahun dan di atas 60 tahun, yang masing-masing berjumlah 5,38 persen dan 2,56 persen.
Namun, investor di bawah 30 tahun hanya memiliki total aset Rp52,66 triliun di C-BEST dan Rp20,28 triliun di S-INVEST. Di sisi lain, investor generasi lebih tua memiliki aset senilai:
"Kalau old money, misalnya dia punya SBN hingga Rp30 miliar dengan produk berbeda-beda, setiap bulan dapat kupon. Dari kuponnya itu mereka setiap bulan dapat sekitar Rp100 juta," jelas Norman. "Jadi mereka berpikir, untuk apa trading [harian]. Mereka murni memperhatikan fundamentalnya [saat beli saham], bukan untuk dijual di minggu depan. Tapi berinvestasi jangka panjang."














