Jakarta, FORTUNE - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) merampungkan transaksi akuisisi 10,08 miliar saham perseroan oleh entitas usaha Haji Isam, PT Jhonlin Baratama.
Berdasarkan surat-surat pemberitahuan yang perseroan terima, Kamis (8/10), PT Jhonlin Baratama resmi mengambil alih hampir 10,07 miliar saham BYAN dari Dato' Low Tuck Kwong dan hampir 16,67 juta saham dari Elaine Low. Itu sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJSB).
"Transaksi yang dimaksud dalam PJBS telah diselesaikan pada tanggal 7 Oktober 2026," demikian dikutip dari keterbukaan informasi BYAN, Kamis.
Setelah penyelesaian transaksi tersebut, PT Jhonlin Baratama resmi memiliki 30,25 persen saham dari modal ditempatkan dan disetor oleh perseroan. Sementara itu, jumlah saham BYAN milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low kini menjadi 32 persen secara akumulatif, dengan perincian:
Low Tuck Kwong: hampir 3,32 miliar saham atau setara dengan 9,95 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Elaine Low: 7,35 miliar saham atau setara dengan 22,05 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
BYAN menyatakan, transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan.
Sebelumnya, pada Rabu (7/10), terdapat transaksi jumbo senilai Rp26,1 triliun atas saham BYAN, yang mencakup 10,08 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp2.588 per saham.
Angka itu jauh berada di bawah harga pasar, yang berada di harga Rp13.450 pada pembukaan perdagangan 7 Oktober. Alhasil, harga saham BYAN ditutup melemah 6,69 persen ke Rp12.550 pada Rabu sore.
Pelemahan harga BYAN berlanjut pada perdagangan Kamis. Di akhir perdagangan, saham BYAN menurun 2,19 persen ke level Rp12.275. Volume transaksinya mencapai 1,78 juta saham, dengan nilai transaksi Rp22,2 miliar, serta frekuensi transaksi 2,19 ribu kali.
