Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jhonlin Baratama Resmi Akuisisi 30,25 Persen Saham BYAN
ilustrasi PT Bayan Resources Tbk (dok.bayan.com)
  • PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam resmi mengakuisisi 10,08 miliar saham PT Bayan Resources Tbk pada 7 Oktober 2026, sehingga menguasai 30,25 persen saham BYAN.
  • Setelah transaksi, kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low di BYAN tersisa total 32 persen, masing-masing 9,95 persen dan 22,05 persen.
  • Transaksi jumbo senilai Rp26,1 triliun dilakukan pada Rp2.588 per saham; saham BYAN kemudian turun 6,69 persen pada Rabu dan 2,19 persen pada Kamis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) merampungkan transaksi akuisisi 10,08 miliar saham perseroan oleh entitas usaha Haji Isam, PT Jhonlin Baratama.

Berdasarkan surat-surat pemberitahuan yang perseroan terima, Kamis (8/10), PT Jhonlin Baratama resmi mengambil alih hampir 10,07 miliar saham BYAN dari Dato' Low Tuck Kwong dan hampir 16,67 juta saham dari Elaine Low. Itu sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJSB).

"Transaksi yang dimaksud dalam PJBS telah diselesaikan pada tanggal 7 Oktober 2026," demikian dikutip dari keterbukaan informasi BYAN, Kamis.

Setelah penyelesaian transaksi tersebut, PT Jhonlin Baratama resmi memiliki 30,25 persen saham dari modal ditempatkan dan disetor oleh perseroan. Sementara itu, jumlah saham BYAN milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low kini menjadi 32 persen secara akumulatif, dengan perincian:

  • Low Tuck Kwong: hampir 3,32 miliar saham atau setara dengan 9,95 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

  • Elaine Low: 7,35 miliar saham atau setara dengan 22,05 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

BYAN menyatakan, transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan.

Sebelumnya, pada Rabu (7/10), terdapat transaksi jumbo senilai Rp26,1 triliun atas saham BYAN, yang mencakup 10,08 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp2.588 per saham.

Angka itu jauh berada di bawah harga pasar, yang berada di harga Rp13.450 pada pembukaan perdagangan 7 Oktober. Alhasil, harga saham BYAN ditutup melemah 6,69 persen ke Rp12.550 pada Rabu sore.

Pelemahan harga BYAN berlanjut pada perdagangan Kamis. Di akhir perdagangan, saham BYAN menurun 2,19 persen ke level Rp12.275. Volume transaksinya mencapai 1,78 juta saham, dengan nilai transaksi Rp22,2 miliar, serta frekuensi transaksi 2,19 ribu kali.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article