Value investing telah membawa kesuksesan bagi banyak investor. Sejumlah investor ternama mengadopsi pendekatan ini dalam membangun portofolio investasi, di antaranya:
Graham dikenal sebagai “Bapak Value Investing”. Ia mempopulerkan pentingnya membeli aset di bawah nilai intrinsiknya dan konsep margin keamanan (margin of safety) melalui buku The Intelligent Investor.
Nama Charlie Munger merupakan sosok penting dalam perkembangan konsep investasi nilai. Fokus utamanya adalah analisis fundamental mendalam, ketekunan, dan pentingnya mempertahankan investasi dalam jangka panjang.
Investor ternama yang kerap muncul dalam daftar orang terkaya dunia ini ternyata menggunakan value investing dalam berinvestasi. Sebagai murid langsung Graham, Buffett berhasil menyempurnakan pendekatan milik gurunya.
Di Indonesia, Lo Kheng Hong dikenal sebagai praktisi strategi value investing. Ia selalu berupaya membeli saham dari perusahaan dengan fundamental baik yang harganya sedang murah (undervalued) untuk disimpan dalam jangka panjang.
Dengan mengenal strategi value investing, investor dapat membangun portofolio yang lebih terukur dan berorientasi pada pertumbuhan nilai dalam jangka panjang.
Apa yang dimaksud dengan value investing? | Value investing adalah strategi membeli saham perusahaan berfundamental baik yang harganya sedang lebih rendah dari nilai intrinsiknya. |
Beda value investing dan growth investing? | Value investing adalah investasi yang menekankan pada nilai, sedangkan growth investing fokus pada potensi pertumbuhan dana. |
Siapa tokoh value investing yang terkenal? | Tokoh value investing paling terkenal di dunia adalah Benjamin Graham dan Warren Buffet. Di Indonesia, ada Lo Kheng Hong. |