Jakarta, FORTUNE – OpenAI tengah mempertimbangkan untuk menunda penawaran umum perdana atau IPO hingga 2027. Opsi penundaan ini merupakan saran dari para bankir yang terlibat dalam pembahasan internal perusahaan berdasarkan laporan The New York Times.
Menurut para bankir, volatilitas yang dialami sejumlah saham teknologi dikhawatirkan mengurangi minat investor ritel terhadap IPO OpenAI. Terlebih OpenAI ditargetkan mencapai valuasi tinggi sebesar 1 triliun dolar AS.
Sebelumnya, OpenAI dikabarkan telah mengajukan permohonan IPO secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) di Amerika Serikat pada 9 Juni 2026.
“Kami belum memutuskan waktunya; kemungkinan masih cukup lama karena ada beberapa hal yang ingin kami lakukan yang kemungkinan lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan tertutup," ungkap OpenAI.
