Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pacu Konstruksi 5 Ruas Tol Utama, Jasa Marga Alokasikan Capex Rp12 Triliun pada 2026

Pacu Konstruksi 5 Ruas Tol Utama, Jasa Marga Alokasikan Capex Rp12 Triliun pada 2026
Gerbang Tol Situbondo Barat merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) yang dikembangkan dan dioperasikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk (dok. Jasa Marga)
  • Jasa Marga mengalokasikan capex Rp12 triliun pada 2026 untuk lima proyek tol berjalan dan peluang investasi ruas baru; hingga semester I, Rp4,4 triliun telah terserap.
  • Lima fokus pembangunan mencakup Jakarta-Cikampek II Selatan, akses Patimban, Jogja-Bawen, Jogja-Solo, serta Probolinggo-Banyuwangi; sejumlah seksi telah beroperasi, dibangun, atau memasuki uji laik fungsi.
  • Semester I-2026, Jasa Marga mencatat laba bersih Rp1,91 triliun dan pendapatan Rp10,31 triliun; pendanaan ekspansi menggabungkan 30 persen modal internal serta 70 persen eksternal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah Jasa Marga perlu menjajaki proyek tol baru?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp12 triliun pada 2026 guna menopang pembangunan lima proyek jalan tol berjalan sekaligus membuka peluang investasi ruas baru, disokong oleh capaian kinerja keuangan positif pada semester I lalu.

Hingga paruh pertama tahun ini, JSMR telah menyerap capex sebesar Rp4,4 triliun yang dialokasikan untuk operasionalisasi, pemeliharaan, serta investasi pembangunan lima proyek jalan tol. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan realisasi capex hingga akhir tahun akan sangat bergantung pada dinamika eksekusi di lapangan.

“Serapan capex tahun ini sangat tergantung pada realisasi di lapangan tentunya,” kata Rivan dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9).

Lima proyek yang menjadi fokus investasi perseroan meliputi jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan seksi Setu—Sadang, tol akses Patimban, jalan tol Jogja-Bawen, jalan tol Jogja-Solo, serta jalan tol Probolinggo-Banyuwangi. Penyerapan anggaran akan disesuaikan dengan progres konstruksi dan tahapan pengoperasian masing-masing ruas.

Di samping menyelesaikan proyek berjalan, Jasa Marga menyatakan terbuka untuk berpartisipasi dalam pengembangan jalan tol baru yang sejalan dengan arah pertumbuhan bisnis. Kendati demikian, perseroan menegaskan tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.

Ekspansi tersebut didukung fundamental keuangan yang kokoh. Sepanjang semester I-2026, Jasa Marga membukukan laba bersih Rp1,91 triliun, tumbuh 2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Capaian ini ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha 7,6 persen menjadi Rp10,31 triliun, yang terdiri dari pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun dan pendapatan usaha lainnya Rp798,2 miliar.

Pada periode yang sama, EBITDA perseroan meningkat 8,1 persen menjadi Rp6,99 triliun dengan margin EBITDA terjaga pada level 67,8 persen. Kinerja ini menjadi pijakan penting perseroan dalam menjaga ruang investasi di tengah kebutuhan belanja modal yang besar.

Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Ari Respati, menambahkan sejumlah proyek telah menunjukkan perkembangan signifikan di lapangan. Pada jalan tol Jogja-Bawen seksi Yogyakarta—Simpang Susun (SS) Banyurejo, perseroan tengah menyelesaikan provisional hand over (PHO) sebelum dilanjutkan dengan uji laik fungsi pada seksi SS Ambarawa—Junction Bawen.

Untuk jalan tol Jogja-Solo, seksi Kartasura—Prambanan telah beroperasi secara komersial, sedangkan seksi Prambanan—Maguwoharjo dan Trihanggo—Junction Sleman masih dalam tahap konstruksi.

"Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 49,68 km yaitu Probolinggo-Situbondo Barat telah selesai dan saat ini proses ULFO (Uji Laik Fungsi dan Operasi) untuk ruas Paiton-Besuki sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan operasional yang direncanakan pada awal 2027," kata Ari.

Hingga akhir Juni 2026, Jasa Marga mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang 1.736 kilometer. Dari jumlah tersebut, 1.294 kilometer telah beroperasi, sekitar 42 persen dari seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Guna mendukung pengoperasian dan ekspansi bisnisnya, perseroan menerapkan struktur pendanaan terukur yang mengombinasikan 30 persen modal internal dan 70 persen pendanaan eksternal dari perbankan serta pasar modal.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Market

    See More