Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasar Menanti Hasil FOMC, Peluang Rebound Teknikal IHSG Terbuka
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • IHSG diperkirakan berpeluang rebound teknikal setelah ditutup turun 0,17 persen ke 6.185,78, jika bertahan di atas support 6.137 dengan target resisten 6.268.
  • Pasar menanti hasil FOMC The Fed dan arah kebijakan suku bunga, di tengah risiko inflasi dari harga energi serta volatilitas pasar yang diperkirakan tetap tinggi.
  • Proses penetapan Gubernur BI definitif menjadi sorotan; Destry Damayanti sebagai Pjs. dinilai memberi optimisme stabilitas rupiah, inflasi, dan sistem keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami rebound teknikal pada perdagangan Selasa (28/7), setelah ditutup melemah 0,17 persen ke level 6.185,78.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, rebound teknikal itu dapat diraih selama IHSG bertahan di atas support 6.137, dengan target menguji resisten 6.268.

"Momentum jangka pendek masih cenderung positif meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi menjelang hasil FOMC," kata Reza dalam riset hariannya.

Pasar akan berfokud pada hasil FOMC The Fed, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga. Namun, pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan ke depan, mengingat ekspektasi kenaikan suku bunga masih terbuka di tengah risiko inflasi akibat tingginya harga energi.

Dari domestik, perhatian pasar juga masih tertuju pada proses penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif pascapengunduran diri Perry Warjiyo. Sementara itu, Destry Damayanti masih menjabat sebagai Pjs. Gubernur BI.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menilai, histogram positif MACD kembali menyempit dan Stochastic RSI berlanjut melemah di pivot area. Namun IHSG masih bertahan di atas level MA20 dan MA50.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6.080-6.250 pada perdagangan Selasa (28/7)," kata tim riset Phintraco.

Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara mendadak sempat direspon negatif oleh pasar karena dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepimpinan yang baru di tengah depresiasi Rupiah serta potensi tren kenaikan suku bunga.

Namun penunjukan Destry Damayanti sebagai Plt Gubernur BI memberi optimisme pasar akan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan.

Penunjukkan Gubernur BI yang baru yang sesuai dengan harapan pasar serta transisi kepimpinan yang berjalan lancar, diharapkan dapat menjaga kredibilitas dan independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sebaliknya jika terjadi perubahan signifikan pada kebijakan moneter dan disinyalir independensi bank sentral berpotensi terganggu, maka dapat mendorong depresiasi rupiah lebih lanjut, meningkatkan fluktuasi pasar obligasi pemerintah, serta menjadi sentimen negatif terutama terhadap saham-saham perbankan.

Investor juga akan mencermati perubahan konstituen indeks LQ45, IDX30, IDX80 dan Kompas 100 yang mulai berlaku pada 3 Agustus-30 Oktober 2026.

Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini adalah PGAS, INKP, TLKM, MDKA, dan ASII.

Curated For You

Editorial Team

Related Article