Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat lagi pada Selasa (7/7), setelah ditutup naik 0,69 persen di level 5.916,07.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan technical rebound selama bertahan di atas support 5.735, dengan target menguji resisten psikologis di 6.000.
"Pasar hari ini akan mencermati rilis cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$145 miliar, serta risalah rapat FOMC untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed," kata Reza dalam riset hariannya.
Menurutnya, kedua sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan arus dana asing.
Di tengah situasi tersebut, daftar saham yang disoroti oleh tim BRIDS adalah BUVA, INDY, dan AKRA.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjelaskan, secara teknikal, pergerakan IHSG telah berhasil rebound dan membentuk beberapa pola upward bar dari wave (b). Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif dan didukung kenaikan volume, namun RSI menunjukkan sinyal negatif.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta menyebut, seyogyanya, pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan masih positif sehingga kecenderungan rebound berlanjut. Namun, aksi jual investor asing masih menjadi faktor yang membatasi penguatan IHSG, sehingga potensi kenaikan kemungkinan berlangsung secara bertahap.
Dari global, para pelaku investor masih menunggu risalah rapat FOMC yang akan menjadi petunjuk mengenai arah kebijakan Fed Rate ke depan. Setelah data ketenagakerjaan AS sebelumnya menunjukkan perlambatan, maka The Fed diekspektasikan tidak akan agresif dalam menerapkan kebijakan pengetatan moneter di tahun ini.
Kemudian, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah turut menjaga sentimen global dan membantu menstabilkan harga energi. "Dengan demikian, sektor bahan baku dan energi masih layak dicermati setelah menjadi motor penguatan IHSG selain big banks pada awal pekan," kata Nafan dalam risetnya.
Terkait data cadev, jika hasilnya meningkat atau setidaknya stabil, maka berpotensi menjadi sentimen positif bagi rupiah, pasar obligasi, dan IHSG karena mengindikasikan ketahanan eksternal yang tetap terjaga.
Saham-saham pilihan Mirae Asset pagi ini adalah ARTO, BBRI, dan BRMS.
