Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Efek Kebijakan Ekspor Satu Pintu Prabowo, Mayoritas Saham Komoditas Merah
Presiden Prabowo Subianto rapat terkait IKN (Dok. Otorita IKN)

Jakarta, FORTUNE - Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut lagi sampai penutupan perdagangan sesi I, Rabu (20/5), setelah pidato Presiden RI Prabowo Subianto di Sidang Paripurna DPR. Mayoritas saham komoditas juga terkoreksi.

Dikutip dari IDX Mobile, IHSG ditutup melemah 0,60 persen pada akhir sesi perdagangan pagi. Sebelumnya, IHSG dibuka melemah 0,29 persen di level 6.352,2 pada awal perdagangan.

Salah satu sentimen IHSG pagi ini adalah penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. "Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, mulai dari kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (feroalloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal," kata Prabowo dalam pidato tentang Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun 2027 di DPR.

Penetapan peraturan akan dilakukan pada 1 Juni 2026 sampai 31 Agustus 2026. Implementasi penuhnya berlaku pada 1 September 2026.

Pada tahap I, yakni 1 Juni-31 Agustus 2026, eksportir wajib mengalihkan transaksi perdagangan ekspor-impornya secara bertahap kepada BUMN. Sementara pada tahap II, mulai 1 September 2026,  penerapannya akan berjalan secara penuh, sehingga semua transaksi ekspor-impor antara pembeli internasional dan penjual domestik akan difasilitas oleh BUMN.

Tujuannya, meningkatkan pengawasan Devisa Hasil Ekspor (DHE), memperkuat kontrol negara terhadap perdagangan komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis, mencegah praktik under invoicing, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi tata kelola ekspor nasional.

Di sisi lain, kebijakan baru tersebut menjadi salah satu poin yang disoroti oleh pasar beberapa waktu terakhir. Tim riset Phintraco Sekuritas mencatat, peraturan tersebut berpotensi meningkatkan kompleksitas administrasi proses transaksi ekspor pada tahap awal implementasi.

"Peraturan ini juga berpotensi menekan margin perusahaan [di sektor terkait] karena kurangnya fleksibilitas perdagangan dan menekan cost jika prosesnya menjadi lebih panjang, khususnya selama masa transisi implementasi," demikian dikutip dari catatan tim riset Phintraco, Rabu siang

Sebelumnya, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, kabar terkait kebijakan itu telah membuat pasar semakin tertekan. Tim riset Pilarmas menyebut, langkah itu juga bertujuan meningkatkan pendapatan negara, juga membiaya program populis pemerintah saat ini, termasuk makan bergizi gratis.

"Hal ini tentu telah membuat perspektif pelaku pasar dan investor terhadap tata kelola pemerintahan saat ini semakin memburuk, yang mendorong capital outflow terus terjadi, bahkan telah membuat rupiah terjatuh dan tak mampu bangkit lagi ke level terendah sepanjang masa," demikian dikutip dari riset harian tim Pilarmas Investindo Sekuritas pada 20 Mei 2026.

Berdasarkan analisis teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG melemah terbatas dengan support dan resisten di antara 6.300 sampai 6.510.

Lebih lanjut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyoroti poin-poin yang menjadi kekhawatiran pasar terkait ekspor komoditas strategis lewat sistem satu pintu. "Kekhawatiran pasar [adalah] potensi intervensi harga komoditas [serta] risiko penurunan margin emiten batu bara, CPO, dan mineral," demikian catat tim riset BRIDS.

Di akhir perdagangan sesi I, Rabu, mayoritas saham emiten terkait pun tercatat melemah, seperti: ADRO (-5,15 persen), AADI (-1,22 persen), HRUM (-3,23 persen), BYAN (-2,18 persen), BUMI (-4,38 persen); LSIP (-1,09 persen), TAPG (-0,31 persen), SSMS (-6,03 persen), NSSS (-5,79 persen), SIMP (-1,74 persen); serta MDKI (-3,05 persen).

Sementara itu, yang menguat adalah DSNG (1,96 persen), AALI (2,96 persen), ITMG (0,11 persen), dan PTBA (6,42 persen). PTBA sendiri memuncaki daftar top gainers bersama JPFA (4,68 persen) dan TLKM (2,92 persen).

Secara sektor, IDX ENERGY termasuk salah satu top losers dengan koreksi 2,76 persen, bersama IDX BASIC MATERIALS (-4,14 persen) dan IDX TRANSPORTATION (-4,12 persen).

Editorial Team