Pada sembilan bulan pertama 2026, RANS membukukan pendapatan Rp243,74 miliar. Pendapatan tumbuh 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp231,99 miliar.
Kontributor terbesar berasal dari lini production house, acara, dan ticketing dengan pendapatan Rp86,39 miliar atau 35,4 persen dari total pendapatan. Segmen ini tumbuh 117,7 persen secara tahunan. Sementara itu, penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis IP menghasilkan Rp74,12 miliar, naik 2,9 persen dari Rp72,01 miliar.
Laba periode berjalan mencapai Rp35,07 miliar, meningkat 27,3 persen dari Rp27,54 miliar. Laba operasi juga tumbuh 18,4 persen menjadi Rp42,12 miliar.
Per 30 September 2026, total aset RANS mencapai Rp855,73 miliar, naik 85,6 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Kas dan setara kas meningkat 406,8 persen menjadi Rp507,43 miliar, terutama didorong penerimaan dana IPO sebesar Rp429,25 miliar sebelum dikurangi biaya emisi saham.
Di sisi lain, total liabilitas turun 35,78 persen menjadi Rp77,21 miliar setelah perusahaan melunasi sisa utang bank senilai Rp37,3 miliar selama sembilan bulan pertama 2026.
Demikian profil lengkap RANS yang mencakup perjalanan bisnis, anak usaha, susunan manajemen, pemegang saham, hingga kinerja keuangannya.
Kapan RANS tercatat di Bursa Efek Indonesia? | RANS tercatat di BEI pada 10 Juli 2026. |
Siapa pemegang saham terbesar RANS? | Raffi Farid Ahmad dengan kepemilikan 62,93 persen. |
Siapa Direktur Utama RANS? | Nagita Slavina M. Tengker menjabat sebagai Direktur Utama. |
Berapa laba RANS pada sembilan bulan pertama 2026? | RANS membukukan laba periode berjalan sebesar Rp35,07 miliar. |