Saham RANS Anjlok 31% dari Harga IPO, Turun ke Rp117 per Saham

Saham RANS turun 31,18% dari harga IPO Rp170 menjadi Rp117 pada 28 Oktober, lalu melemah ke Rp111 pada penutupan sesi I 29 Oktober.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan jual RANS setelah saham menyentuh ARB.
Pendapatan RANS semester I-2026 turun lebih dari 13% menjadi Rp149 miliar, sementara sejumlah analis menilai valuasinya lebih premium dibandingkan emiten sejenis.
Jakarta, FORTUNE — Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, merosot 31,18 persen dari harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Pada perdagangan Kamis (29/10), saham RANS turun 5,13 persen ke level Rp111 per saham hingga penutupan sesi I. Pelemahan ini melanjutkan penurunan pada Rabu (28/10), ketika saham RANS menyentuh batas auto reject bawah (ARB).
Di tengah penurunan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) merekomendasikan investor untuk menjual saham RANS.
Table of Content
Saham RANS jauh di bawah harga IPO
RANS melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026 dengan harga IPO sebesar Rp170 per saham. Pada hari pertama perdagangan, sahamnya sempat dibuka di level Rp228, naik 34,12 persen dari harga IPO. Bahkan, saham menyentuh batas atas pergerakan harga atau auto reject atas (ARA).
Namun, pada perdagangan Rabu (28/10), saham RANS ditutup di Rp117 per saham. Harga itu sudah 31,18 persen lebih rendah daripada harga IPO. Jika dibandingkan dengan level tertinggi Rp272 per saham, penurunannya mencapai sekitar 57 persen.
Pelemahan berlanjut pada perdagangan Kamis (29/10). Saham RANS yang dibuka di Rp117 sempat naik ke Rp119 pada pukul 09.25 WIB. Akan tetapi, saham turun ke Rp109 pada pukul 11.05 WIB sebelum berada di Rp111 saat sesi pertama berakhir.
Dalam lima hari perdagangan, saham RANS turun 19,57 persen. Sedangkan, koreksinya mencapai 42,49 persen dalam sebulan terakhir.
Karena terus mengalami penurunan, BRI Danareksa Sekuritas memasukkan RANS sebagai salah satu saham yang layak dijual pada perdagangan Kamis (29/10). Rekomendasi tersebut muncul setelah saham RANS turun 6,45 persen pada hari sebelumnya dan menyentuh ARB. BRIDS menetapkan level support RANS di Rp114 per saham setelah penurunan pada 28 Oktober.
Trimegah catat penjualan bersih terbesar, pendapatan RANS turun
Di tengah penurunan harga saham RANS, Trimegah Sekuritas tercatat sebagai broker dengan nilai jual bersih terbesar, yakni lebih dari Rp204 miliar. Rata-rata harga jual saham melalui broker tersebut mencapai Rp225 per saham. Trimegah diketahui merupakan salah satu penjamin emisi efek saat RANS menggelar IPO.
Selain tekanan pada harga saham, RANS juga mencatatkan penurunan kinerja keuangan. Pada semester I-2026, pendapatan perseroan mencapai Rp149 miliar, turun lebih dari 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi pada dua lini bisnis utama perseroan. Pendapatan segmen hiburan dan lifestyle turun 10 persen, sedangkan segmen penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan merosot 20 persen.
Valuasi saham RANS dinilai lebih tinggi dari emiten sejenis
Sejumlah analisis sekuritas turut menyoroti valuasi RANS yang dinilai lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis. Panin Sekuritas menilai rasio harga terhadap laba atau price-to-earnings ratio (P/E) RANS saat IPO berada di kisaran 28–35 kali. Di satu sisi, rata-rata perusahaan pembanding atau peers tercatat 18,7 kali.
“Menurut kami, valuasi ini premium berbasis kinerja historis dengan aktivitas bisnis masih bergantung pada talent utama,” ujar Equity Research Analyst Panin Sekuritas Sarkia Adelia dalam kajiannya.
Semesta Research dari PT Semesta Indovest Sekuritas juga mencatat rasio harga terhadap nilai buku atau price-to-book value (P/B) RANS sebesar 6,3 kali, lebih tinggi daripada rata-rata industri 5,8 kali.
“Perbandingan harga terhadap laba atau P/E RANS menunjukkan valuasi yang relatif premium mencapai 37,8 kali,” tulis Semesta Research dalam kajiannya.
Dana IPO RANS dialokasikan untuk ekspansi
Saat IPO pada Juli 2026, RANS menerbitkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menghimpun dana Rp429,25 miliar untuk membiayai sejumlah kebutuhan bisnis.
Alokasi terbesar, yakni Rp161,5 miliar atau 37,61 persen dari dana IPO, direncanakan untuk penyelenggaraan konser. RANS menganggarkan Rp85 miliar untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Sementara itu, Rp80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland.
Perseroan merencanakan investasi Rp35 miliar pada perusahaan patungan berbasis AI bersama PT Feedloop Global Teknologi. Sebagian dana lainnya dialokasikan untuk pelunasan kredit investasi dan modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyampaikan realisasi dana IPO yang telah dilakukan saat konferensi pers pada 11 Agustus 2026 baru mencakup pelunasan utang.
“Untuk dana IPO sendiri, sebenarnya yang baru direalisasikan itu adalah pelunasan utang. Ini sekarang, semuanya masih on going, sesuai dengan prospektus,” ujar Nagita.
FAQ seputar saham RANS
Berapa harga IPO saham RANS? RANS menetapkan harga IPO sebesar Rp170 per saham pada Juli 2026.
Berapa harga saham RANS pada penutupan sesi I 29 Oktober 2026? Saham RANS berada di level Rp111 per saham.
Apa rekomendasi BRIDS untuk saham RANS? BRIDS merekomendasikan jual saham RANS pada perdagangan 29 Oktober 2026.
Berapa pendapatan RANS pada semester I-2026? Pendapatan RANS tercatat Rp149 miliar, turun lebih dari 13 persen secara tahunan.









